Chibernews.co.id, Kabupaten Malang – Semangat “Dari Rakyat, Kembali ke Rakyat” terus diwujudkan TNI melalui peran aktif komando kewilayahan. Selain menyukseskan program Kabinet Merah Putih Menuju Tahun Emas, komando kewilayahan menjadi ujung tombak pertahanan menghadapi ancaman dari dalam maupun luar, Rabu, (06/04/2026).
Peran tersebut tak hanya soal pertahanan. Komando kewilayahan juga menjalankan fungsi komunikasi sosial dan bentuk kepedulian nyata di tengah masyarakat untuk membantu mengatasi kesulitan warga di sekelilingnya.
Narko, Babinsa Dusun Ngandong, Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, menegaskan bahwa TNI hadir di tengah rakyat karena panggilan tanggung jawab.
“Kehadiran kami adalah bentuk tanggung jawab yang selama ini diemban. Babinsa menjadi mata dan telinga pimpinan untuk deteksi dini dan cegah dini bila ada potensi gangguan. Dengan begitu, dampak yang tidak diinginkan bisa diantisipasi bersama,” jelas Narko, Minggu (19/4/2026).
Ia menambahkan, komando kewilayahan merupakan badan pengumpul keterangan yang akurat, dan terpercaya dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi di bidang pertahanan. Tujuannya menciptakan situasi kondusif demi tercapainya kemakmuran rakyat yang berkeadilan.
Kehadiran komando kewilayahan di masyarakat juga menjadi bentuk pengayoman. Terutama bagi warga yang selama ini mendapat intimidasi dari pihak lain atau oknum tertentu. TNI hadir untuk memastikan rakyat merasa aman dan terlindungi.