Tragedi Bus Wisata Bromo: Satu Keluarga Tewas, Anak Sulung Selamat karena Tak Ikut Perjalanan

Chibernews.co.id, Probolinggo – Kecelakaan maut bus pariwisata yang mengangkut rombongan karyawan RS Bina Sehat (RSBS) Jember di jalur wisata Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, meninggalkan duka mendalam. Sedikitnya delapan orang meninggal dunia, termasuk satu keluarga yang hampir seluruh anggotanya tewas dalam peristiwa itu.

Satu keluarga korban adalah Hendra Pratama (37), staf customer service RSBS Jember, yang meninggal bersama istrinya, Wardatus Soleha (35), serta putri bungsu mereka, Aiza Fahrani Agustin (7). Sang anak sulung tidak ikut dalam perjalanan tersebut sehingga selamat, namun kini harus menanggung pilu kehilangan kedua orang tua dan adiknya sekaligus.

Kabar ini mengejutkan kerabat dekat. Salah satunya Taufik, keluarga korban, yang masih sempat melihat unggahan status WhatsApp pasangan Hendra dan Wardatus pada Minggu pagi. “Pagi tadi saya masih melihat mereka berfoto di atas jeep dengan latar Gunung Bromo. Siangnya saya mendapat kabar bus rombongan RSBS mengalami kecelakaan,” ungkapnya.

Jenazah ketiganya dimakamkan di kampung halaman, Desa Serut, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, dengan suasana haru keluarga, sahabat, dan rekan kerja.

Musibah terjadi saat bus pariwisata Inds88 Trans bernopol P-7221-UG yang mengangkut 55 penumpang melaju di Jalan Raya Boto, Kecamatan Lumbang, Probolinggo. Diduga, bus mengalami rem blong ketika melintasi jalur menurun, hingga akhirnya mengakibatkan kecelakaan yang menewaskan delapan orang penumpang.

Peristiwa ini menjadi catatan kelam perjalanan wisata yang seharusnya membawa kebahagiaan. Rencana liburan para karyawan RSBS berubah menjadi duka, khususnya bagi seorang anak yang kini harus melanjutkan hidup tanpa ayah, ibu, dan adiknya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *