Chibernews.co.id, Sumenep — Pemerintah Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, turut ambil bagian dalam kemeriahan Madura Night Vaganza (MNV) 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumenep di Stadion Ahmad Yani, Kabupaten Sumenep, Jum’at, (28/07/2026).
Kehadiran Kecamatan Manding dalam gelaran tersebut tidak sekadar untuk meramaikan kegiatan. Momentum MNV 2026 dimanfaatkan sebagai ruang promosi untuk memperkenalkan secara langsung beragam potensi lokal, khususnya hasil kerajinan home industry serta sejumlah produk unggulan masyarakat Kecamatan Manding kepada khalayak yang lebih luas.
Stand Kecamatan Manding tampak menjadi salah satu ruang yang memperlihatkan geliat kreativitas dan produktivitas masyarakat. Berbagai produk lokal ditampilkan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi ekonomi kerakyatan yang selama ini tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.
Bagi Pemerintah Kecamatan Manding, kegiatan seperti MNV 2026 dinilai menjadi kesempatan strategis untuk membuka ruang promosi bagi pelaku usaha lokal. Produk yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar kini memiliki kesempatan untuk dilihat langsung oleh masyarakat dari berbagai wilayah.
Camat Manding, Slamet Boedihardjo, S.Sos., M.Si., saat ditemui media ini di stand Kecamatan Manding, menyampaikan bahwa keikutsertaan pihaknya dalam MNV 2026 merupakan bagian dari upaya memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Kecamatan Manding.
Menurutnya, Kecamatan Manding memiliki beragam potensi masyarakat yang layak mendapatkan ruang untuk diperkenalkan kepada publik. Karena itu, momentum MNV 2026 dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membawa produk-produk lokal tersebut agar semakin dikenal.
“Kami ingin memanfaatkan momentum Madura Night Vaganza ini untuk memperkenalkan potensi yang ada di Kecamatan Manding, terutama hasil kerajinan home industry dan produk lokal masyarakat. Harapannya, produk-produk ini semakin dikenal dan bisa berkembang lebih luas,” ujar Slamet Boedihardjo.
Tak hanya pemerintah kecamatan, Slamet menegaskan bahwa kemeriahan MNV 2026 juga mendapat dukungan penuh dari seluruh desa yang berada di wilayah Kecamatan Manding.
Dukungan tersebut menjadi bentuk kebersamaan antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pelaku usaha, serta masyarakat dalam membawa dan memperkenalkan nama Kecamatan Manding melalui potensi-potensi lokal yang dimiliki.
“Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari seluruh desa se-Kecamatan Manding. Ini merupakan bentuk kebersamaan kita. Kami ingin seluruh desa ikut mengambil bagian dalam memperkenalkan potensi yang ada, sehingga nama Kecamatan Manding semakin dikenal,” tegasnya.
Menurut Slamet, sinergi seluruh desa menjadi kekuatan tersendiri dalam mendorong pengembangan potensi lokal. Dengan kebersamaan tersebut, berbagai produk hasil kreativitas masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pajangan dalam sebuah kegiatan, tetapi mampu berkembang menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan pasar lebih luas.
Ia menambahkan, keberadaan pelaku usaha lokal bukan hanya berkaitan dengan aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun identitas dan kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kecamatan.
“Kami tentu ingin Kecamatan Manding tidak hanya dikenal dari wilayahnya, tetapi juga dari potensi dan karya masyarakatnya. Apa yang ditampilkan di sini merupakan bagian dari upaya kami mengangkat nama Kecamatan Manding melalui potensi yang dimiliki masyarakat,” lanjutnya.
MNV 2026 pun menjadi panggung strategis bagi Kecamatan Manding untuk menunjukkan bahwa potensi ekonomi lokal tidak selalu lahir dari industri berskala besar. Kreativitas masyarakat di tingkat desa melalui usaha rumahan dan produk lokal juga memiliki nilai ekonomi yang patut mendapat perhatian.
Dengan adanya ruang promosi seperti ini, Pemerintah Kecamatan Manding berharap para pelaku usaha semakin percaya diri mengembangkan produknya, memperluas jaringan pemasaran, sekaligus meningkatkan kualitas agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Keikutsertaan Kecamatan Manding dalam MNV 2026 sekaligus memperlihatkan semangat kolaborasi seluruh desa dalam satu kecamatan untuk mengangkat potensi masyarakat. Dari panggung MNV 2026, Manding tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi membawa pesan bahwa produk lokal, kreativitas masyarakat, dan kekompakan antar-desa merupakan kekuatan yang dapat mengangkat nama Kecamatan Manding semakin dikenal.