Chibernews.co.id, Sumenep — Persoalan pengembalian dana senilai Rp1.657.392.500 antara MAA dan NDC, yang disebut sebagai istri seorang Anggota DPR RI berinisial SR dari Daerah Pemilihan (Dapil) Madura, memasuki babak yang lebih serius.
Dua kali somasi yang dilayangkan pihak MAA disebut belum menghasilkan penyelesaian maupun pengembalian dana. Kondisi tersebut membuat kuasa hukum MAA mulai mempertimbangkan langkah hukum, termasuk kemungkinan melaporkan persoalan tersebut kepada aparat kepolisian.
Kuasa Hukum MAA, Ach. Supyadi, S.H., M.H., mengatakan pihaknya sebelumnya masih mengedepankan penyelesaian secara musyawarah dan kekeluargaan. Namun, menurut dia, kesempatan tersebut belum membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan.
“Sudah kami layangkan somasi sampai dua kali, tetapi sampai sekarang belum ada progres penyelesaian ataupun pengembalian dana kepada klien kami. Karena itu, persoalan ini berpotensi kami lanjutkan melalui jalur hukum,” ujar Supyadi.
Berdasarkan surat somasi yang ditandatangani Ach. Supyadi tertanggal 10 Agustus 2026, dana yang diminta untuk dikembalikan mencapai Rp1.657.392.500.
Dana tersebut disebut berasal dari sejumlah transaksi pengiriman uang dari MAA kepada NDC melalui beberapa kali transfer pada 2 Juni, 7 Juni, dan 8 Juni 2026.
Pihak MAA, melalui kuasa hukumnya, sebelumnya mengaku telah berupaya membuka ruang komunikasi dengan NDC melalui WhatsApp. Upaya tersebut dilakukan untuk meminta klarifikasi sekaligus mencari jalan keluar tanpa harus membawa persoalan ke ranah hukum.
Dalam komunikasi tersebut, menurut Supyadi, NDC sempat menyampaikan bahwa persoalan itu akan dibicarakan terlebih dahulu dengan suaminya. Bahkan, disebut sempat terdapat rencana pertemuan pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Namun, komunikasi yang diharapkan menjadi jalan keluar tersebut disebut tidak berjalan sesuai harapan.
Karena upaya persuasif dinilai belum menghasilkan penyelesaian, pihak MAA kemudian melayangkan somasi.
Dalam somasi tersebut, NDC diminta mengembalikan dana sebesar Rp1.657.392.500 dalam waktu tiga hari sejak surat diterima.
Namun hingga somasi kedua dilayangkan, kuasa hukum MAA menyatakan belum melihat adanya progres konkret terkait pengembalian dana tersebut.
Bagi pihak MAA, kondisi itu menjadi alasan kuat untuk mulai menyiapkan langkah hukum.
“Somasi sudah kami berikan sebagai bentuk peringatan sekaligus kesempatan terakhir untuk menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik. Namun, kalau sampai somasi kedua tetap tidak ada progres, tentu kami harus mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya,” tegas Supyadi.
Supyadi menyatakan pihaknya kini tengah mempertimbangkan pelaporan kepada aparat penegak hukum.
Menurutnya, apabila tidak ditemukan titik penyelesaian, pihaknya akan menggunakan bukti dan dokumen yang dimiliki kliennya sebagai dasar untuk menentukan langkah hukum.
“Kalau tetap tidak ada penyelesaian, persoalan ini akan melebar. Kami sedang mempertimbangkan langkah hukum berikutnya, termasuk membuat laporan kepada kepolisian,” ujarnya.
Meski demikian, Supyadi menekankan bahwa langkah tersebut masih akan dikaji secara menyeluruh agar seluruh tindakan hukum yang ditempuh memiliki dasar yang kuat.
Persoalan ini juga berpotensi melebar ke ranah etik parlemen.
Pasalnya, NDC disebut merupakan istri dari Anggota DPR RI berinisial SR yang berasal dari Dapil Madura.
Atas dasar itu, Supyadi mengaku tengah mempertimbangkan kemungkinan menyampaikan pengaduan kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI.
“Karena yang bersangkutan merupakan istri dari seorang Anggota DPR RI, saya juga sedang mempertimbangkan untuk mengadukan persoalan ini kepada Dewan Kehormatan DPR RI atau MKD. Tentunya langkah tersebut akan kami kaji lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Supyadi.
Meski demikian, pihak kuasa hukum menegaskan belum menutup pintu perdamaian. Penyelesaian secara musyawarah masih menjadi opsi selama terdapat itikad baik dan kejelasan penyelesaian.
Namun, apabila persoalan tersebut kembali menemui jalan buntu, jalur hukum disebut menjadi pilihan yang semakin terbuka.
Catatan: Tuduhan atau dugaan dalam perkara ini masih merupakan klaim dari pihak MAA melalui kuasa hukumnya dan belum merupakan kesimpulan hukum. NDC maupun Anggota DPR RI berinisial SR perlu diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi dan tanggapan atas seluruh tuduhan tersebut.
Media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak NDC dan pihak terkait lainnya untuk memperoleh keterangan berimbang namun terkendala oleh nomer kontak.