Hari Jadi ke-98 Desa Cijayanti, Ribuan Warga Meriahkan Pesta Rakyat Bertema Ketahanan Pangan dan peduli lingkungan

Chibernews.co.id, Cijayanti – Ribuan warga Desa Cijayanti tumpah ruah dalam perayaan Hari Jadi Desa Cijayanti ke-98, yang digelar meriah di halaman BUMDes Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Mengusung tema “Geulis Lemburna, Bagja Wargana”, acara ini menjadi momentum besar untuk menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap desa, Sabtu, (31 Mei 2025).

Perayaan dimeriahkan dengan berbagai perlombaan, pentas seni, hingga pameran hasil bumi dan kuliner lokal dari warga. Tak ketinggalan, 53 RT dan 10 RW turut ambil bagian dengan menampilkan kreasi “Dongdang”, yaitu hiasan bernuansa adat yang memuat hasil panen, kuliner, dan simbol budaya lokal, yang dinilai langsung oleh dewan juri.

Bacaan Lainnya

 “Ini bukti nyata bahwa warga Cijayanti mendukung ketahanan pangan dan budaya lokal. Semangat gotong royong luar biasa,” ujar Kepala Desa Cijayanti, H. Ahmad Paojan, S.Kep.

Puluhan door prize menarik dibagikan kepada warga yang beruntung, menambah kemeriahan suasana. Acara ini juga menjadi magnet bagi para tokoh daerah dan nasional, diantaranya : Marlyn Maisarah, Anggota DPR RI Komisi V, Agustina Royani, Pejabat Fungsional DPMD Provinsi Jawa Barat, H.R. Makmun Nawawi, Camat Babakan Madang, AKP Anggi Eko Prasetyo, Kapolsek Babakan Madang, Tokoh agama, tokoh masyarakat, RT, RW, serta warga se-Desa Cijayanti.

Kegiatan ini juga direncanakan akan dihadiri oleh Kang Dedi Mulyadi (KDM) serta Bupati Bogor, Rudi Susmanto, sebagai bentuk dukungan dan apresiasi pemerintah terhadap desa yang aktif dalam pembangunan dan pelestarian budaya.

Sebagai penutup acara, masyarakat akan disuguhkan pentas seni Wayang Golek, sebuah tradisi khas Jawa Barat yang difasilitasi oleh Bupati Bogor sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah.

Hari Jadi Desa Cijayanti ini bukan sekadar pesta rakyat, tetapi juga menjadi refleksi atas perjalanan panjang desa menuju kemajuan, serta sebagai pengingat akan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan budaya dalam membangun desa yang sejahtera.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *