Chibernews.co.id, Sumenep, — Polemik terkait penyelenggaraan Menpora Cup BEM KM UNIBA Madura cabang futsal semakin memanas. Setelah peserta mempertanyakan transparansi panitia mengenai hadiah, sponsor, dan pengelolaan dana pendaftaran, kini muncul pengakuan dari internal panitia yang justru menambah panjang daftar tanda tanya, Rabu, (19/11/2025).
Ajang yang berlangsung di Gor Ahmad Dahlan UNIBA ini awalnya diharapkan menjadi simbol sportivitas dan kebanggaan mahasiswa se-Madura. Namun kenyataannya, kritik datang bertubi-tubi dari peserta yang merasa dirugikan oleh kebijakan panitia yang dianggap tidak profesional.
Seorang peserta mengungkapkan kekesalannya.
“Loh masak cuma kayak gini mas, klarifikasi-nya? Kalau soal sponsor itu seharusnya panitia sudah siap. Masak mahasiswa tidak bisa ambil keputusan yang tepat di event sebesar ini?” ujarnya dengan nada kesal.
Keluhan lain menyoal nominal hadiah yang dinilai tidak masuk akal dibandingkan biaya pendaftaran.
“Pendaftaran 350 ribu tapi uang pembinaan Juara 3 cuma 260 ribu. Masak gak ada rasa belah kasih? Minimal nutup uang pendaftaran lah, ini malah jauh dari itu,” tegas salah satu peserta.
Gejolak makin menguat setelah tim redaksi mencoba menghubungi bendahara Menpora Cup UNIBA berinisial M melalui WhatsApp. Dalam pesan yang diterima, M menyampaikan bahwa dirinya hanya berperan sebagai penerima dana, bukan pemegang anggaran utama.
“Iya benar saya bendahara, tapi saya hanya penerima, bukan pemegang,” tulis M.
“Mohon maaf, terkait uang hadiah dan lain-lain itu tidak ada transparansi dari PJ (D). Setiap uang masuk ke saya, itu saya laporkan ke PJ (D), dan saya langsung disuruh tarik serta diserahkan ke PJ.”
Pernyataan ini memunculkan dugaan kuat bahwa keputusan terkait aliran dana dan pengelolaan anggaran sepenuhnya berada di tangan penanggung jawab kegiatan.
Tak berhenti di sana, tim media juga telah berupaya menghubungi ketua panitia melalui nomor WhatsApp +6285-956x-xxx, namun hingga berita ini diturunkan, nomor tersebut tidak dapat dihubungi maupun memberikan respons, baik melalui panggilan maupun pesan.
Upaya untuk meminta klarifikasi langsung dari penanggung jawab kegiatan berinisial D juga tidak membuahkan hasil. Tidak adanya penjelasan dari pihak yang paling bertanggung jawab membuat peserta semakin geram dan mempertanyakan integritas penyelenggaraan event.
Sebelumnya, salah satu admin Instagram Menpora Cup BEM KM UNIBA juga mengungkap bahwa dalam rapat internal telah disepakati hadiah yang jauh lebih besar dibandingkan yang diberikan pada penyerahan berlangsung, Juara 1: Rp2.500.000, Juara 2: Rp2.000.000, Juara 3: Rp1.500.000, Juara 4: Rp1.000.000 Namun di lapangan, hadiah justru dipangkas menjadi Rp1.000.000, Rp500.000, Rp260.000, Rp230.000
“Ini yang bikin gejolak dan bisa merusak citra UNIBA Sumenep sendiri,” ungkap admin tersebut dalam pesan yang sudah beredar di grup peserta.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BEM KM UNIBA maupun panitia resmi masih bungkam. Peserta kini menuntut klarifikasi publik dan transparansi penuh, termasuk laporan penggunaan dana pendaftaran yang mencapai ratusan ribu per tim.
Jika polemik ini tidak segera diselesaikan, Menpora Cup yang seharusnya menjadi ajang kebanggaan mahasiswa Madura terancam meninggalkan preseden buruk dan hilangnya kepercayaan peserta pada event-event kampus di masa mendatang.