CHIBERNEWS.CO.ID, MAKASSAR – MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menggeser fokus perkotaan dengan mendorong urban farming sebagai solusi nyata untuk mengatasi keterbatasan lahan dan meningkatkan ketahanan pangan. Program ini kini menjadi prioritas pemerintah kota untuk membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Appi, seperti biasa dipanggil warga, baru-baru ini menjelajahi dua lokasi pengembangan urban farming di Kecamatan Tamalate dan Kecamatan Wajo. Kunjungan ini bukan hanya untuk mengeksplorasi inisiatif warga, tetapi juga untuk menguatkan komitmen pemerintah kota dalam mendukung pertanian perkotaan.
Inovasi di Tamalate
Di Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate, Appi bertemu dengan Kelompok Tani Anging Mammiri yang berhasil mengubah lahan terbatas menjadi sumber kangkung rawa yang menggiurkan. Selain panen sayuran, kelompok ini juga menjelajahi bisnis kompos organik, kerajinan limbah, hingga pendidikan pemilahan sampah.
Appi memuji inovasi sederhana yang menghasilkan dampak ekonomi nyata. Satu bedeng tanaman kangkung dapat menghasilkan hingga 150 kilogram per bulan dengan masa panen sekitar tiga hingga empat minggu. Tingginya kebutuhan pasar terhadap kangkung, yang mencapai sekitar 150 kilogram per hari, membuka peluang besar bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan.
Kemakmuran di Wajo
Peninjauan kemudian berlanjut ke kawasan lorong sekitar SD Negeri Butung, Kecamatan Wajo. Di lokasi ini, warga mengembangkan urban farming terpadu yang menggabungkan pertanian, perikanan, dan peternakan skala rumah tangga dalam satu kawasan produktif.
Berbagai komoditas dikembangkan di wilayah tersebut, mulai dari ikan nila, cabai, sawi, kucai, hingga peternakan ayam petelur. Model ini tidak hanya menopang kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga menciptakan tambahan pendapatan bagi warga sekitar. Produksi telur ayam petelur saat ini mencapai 12 hingga 20 butir per hari, dengan dukungan mesin penetasan telur untuk memperkuat siklus produksi.
Appi memastikan program urban farming akan diperluas ke seluruh kecamatan di Makassar. Pemerintah kota juga menyiapkan dukungan lintas sektor agar lahan kosong di lingkungan warga dapat diubah menjadi ruang produktif yang memberi manfaat ekonomi dan sosial.
📰 Sumber: mediasulsel.com