Chibernews.co.id, Sumenep, – Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, menggelar pawai lampion pada Kamis (22/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional yang berlangsung selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Oktober 2026.
Pawai lampion ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, mempererat tali silaturahmi, serta menanamkan nilai-nilai perjuangan santri kepada generasi muda. Suasana kegiatan diharapkan mampu menghadirkan kemeriahan sekaligus memperkuat identitas religius masyarakat Kecamatan Manding.
Rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat dan menjadi wadah untuk menumbuhkan partisipasi warga dalam menjaga tradisi keagamaan serta menghargai kontribusi santri terhadap bangsa dan negara.
Cahaya lampion yang menghiasi pawai juga memiliki makna simbolis, yakni harapan agar semangat perjuangan para santri dan ulama terus menyala dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai keislaman, persatuan, kedisiplinan, dan pengabdian diharapkan tetap menjadi landasan dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Camat Manding, Slamet Boediharjo, S.Sos., M.Si., menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung semangat peringatan Hari Santri Nasional di wilayahnya.
Peringatan Hari Santri diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi sarana untuk menghidupkan kembali nilai perjuangan, kedisiplinan, kebersamaan, dan pengabdian para santri dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Hari Santri Nasional hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, dan menumbuhkan semangat pengabdian. Nilai perjuangan para santri harus terus kita hidupkan, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” demikian draf pernyataan yang perlu dikonfirmasi kepada Camat Manding sebelum diterbitkan sebagai kutipan langsung.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemerintah Kecamatan Manding diharapkan dapat terus mendorong keterlibatan masyarakat, lembaga pendidikan keagamaan, dan generasi muda dalam menjaga tradisi serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
Antusiasme masyarakat turut menjadi bagian penting dalam menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kecamatan Manding. Pawai lampion dinilai dapat menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana penuh keakraban.
Salah seorang warga Manding menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga memiliki nilai positif dalam mempererat persaudaraan dan mengenalkan semangat perjuangan santri kepada generasi muda.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, pawai lampion juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai keagamaan. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun dengan lebih meriah dan melibatkan lebih banyak masyarakat,” demikian draf komentar warga yang perlu dikonfirmasi kepada narasumber sebelum dipublikasikan.
Ia berharap peringatan Hari Santri Nasional di Kecamatan Manding dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan, dengan kegiatan yang semakin kreatif, edukatif, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kecamatan Manding menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah bangsa, terutama dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, memperjuangkan kemerdekaan, serta merawat persatuan Indonesia.
Melalui rangkaian kegiatan pada 21–23 Oktober 2026, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya meneladani perjuangan para ulama dan santri, sekaligus menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Pawai lampion bukan sekadar kemeriahan malam peringatan, tetapi juga menjadi simbol harapan agar semangat santri terus menyala di tengah perubahan zaman.
Dengan semangat kebersamaan antara pemerintah kecamatan, kalangan pesantren, dan masyarakat, Kecamatan Manding diharapkan mampu terus memperkuat kehidupan religius, menjaga kerukunan, serta melahirkan generasi muda yang berakhlak, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah maupun bangsa.