Chibernews.co.id, Malintang,- Sejumlah aktivis mahasiswa dan pemuda di Kab Mandailing Natal bereaksi keras dan mengecam dugaan praktik pungli (pungutan liar) yang diduga dilakukan oleh oknum Kepala MTs GUPPI Malintang Amir Mahmud Batubara.
Dugaan pungli tersebut makin mencuat dan menjadi sorotan tajam masyarakat Madina. Seperti diberitakan sebelumnya, tersiar kabar praktek pungli itu diduga kuat dilakukan pimpinan madrasah kepada sejumlah guru honorer dengan dalih PSSB (Pakaian Seragam Siswa Baru) dengan nominal yang memberatkan. Selain itu Amir Mahmud juga diduga melakukan pemotongan dana PIP (Program Indonesia Pintar) akhir tahun 2025 dengan alasan tidak masuk akal.
“Kita mendesak Aparat Penegak Hukum baik Kapolres Madina atau Kepala Kejaksaan Negeri Panyabungan dan Kepala Kantor Kementerian Agama Madina untuk segera turun melakukan audit menyeluruh dan pemeriksaan intensif kepada Amir Mahmud selaku Kepala MTs GUPPI Malintang tentang tata kelola madrasah yang dinilai bermasalah” tegas Presidium JAM NU (Jaringan Aktivis Muda Nahdlatul Ulama) Kab Madina Ali Samhur Hasibuan, MA kepada media (29/05) ketika dimintai tanggapannya tentang maraknya pemberitaan yang terus mengalir deras terkait MTs GUPPI Malintang
Disebutkan aroma dugaan korupsi berkedok pungli itu makin menyengat dan harus segera diproses hukum oleh pihak terkait.
“Kita minta agar Amir Mahmud dipanggil dan diperiksa oleh APH untuk mengetahui benar tidaknya praktek tsb. Bila terbukti benar, hal ini tentu sangat melukai hati masyarakat. Inilah bukti kezaliman dan sangat mencoreng dunia pendidikan Islam” ucap mantan aktivis IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) ini.
Dugaan praktek pungli kepada guru dan pemangkasan dana PIP kepada siswa merupakan tindakan tidak manusiawi dan potret buruk yang menodai citra madrasah serta sinyal dari cerminan kepemimpinan sosok Kepala Madrasah yang tidak amanah serta tidak layak lagi untuk dipertahankan.
“Seharusnya Amir Mahmud melakukan muhasabah dan memiliki rasa malu. Silahkan mundur aja dari jabatannya sebagai Kepala Madrasah ketimbang terus bermasalah dan membuat sekolah ini makin hancur” tambah aktivis lainnya Sekretaris SP3M (Sentra Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan Madina) M. Yahya Rangkuti ketika dihubungi pers via komunikasi WatsApp.
Tak hanya itu, pandangan lain dari Ketua DPC Garda Mahasiswa Madina M. Dahler Lubis ikut bersuara menyoroti Dana BOS Madrasah yang dinilai bermasalah dan tidak transparan. “Dana BOS wajib dikelola secara transparan, akuntabel dan dipublikasikan. Jika tidak transparan itu pelanggaran serius’ ujar Yahya.
Pihaknya sendiri mengaku telah mengantongi berbagai data dugaan penyalahgunaan wewenang dan jabatan dari oknum kepala madrasah yang berpotensi masuk ranah pidana, korupsi dan memperkaya diri. “Tidak ada satu orangpun di republik ini yang kebal hukum. Ini bukan perkara ringan. Kita akan terus bersuara mendesak penegak hukum untuk turun melakukan pemeriksaan intensif secara konfrenshif dan akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Kalau terus didiamkan, terpaksa akan kita laporkan secara resmi” tegas Lubis.
Hingga berita lanjutan ini diterbitkan, Kepala MTs GUPPI Malintang Amir Mahmud masih belum memberikan jawaban atau klarifikasi terkait dugaan pungli kepada guru, pemotongan dana PIP, dan realisasi dana BOS yang diduga bermasalah. Awak media merasa kesulitan menjumpai oknum kepala madrasah karna beliau jarang berada sekolah. Tetapi kru media akan terus berupaya meminta keterangan demi menjaga keberimbangan informasi dan memastikan hak publik untuk mengetahui fakta tetap terpenuhi.