Chibernews.co.id,Sukamiskin–Dalam ceramah tersebut, Syahrul menyebut Lapas Klas I Sukamiskin tempatnya mendekam adalah “pesantren”.
Syahrul memberi wejangan tentang gerakan dalam sebuah organisasi pemerintahan agar tidak biros dan mencapai sasaran.
“Pemimpin itu, makanya, kalau agak pelit sedikit tidak apa-apa. Karena dia akan terus bertanya, ‘Betulkah ini harganya segini?’
Kalau ada pemimpin yang berkata, ‘Ah sudahlah, tidak apa-apa boros-boros saja,’ itu bukan pemimpin yang baik,” ucapnya.
Pemimpin yang baik menurut dia adalah pemimpin yang selalu mengefisienkan gerakan, mengefektifkan gerakan, dan menghindari kebocoran, bahkan menghindari penyelewengan.
“Sekali lagi, saya masuk di sini bukan karena penyelewengan. Bukan. InsyaAllah. Saya janjikan dunia akhirat di masjid ini.
Saya berkontribusi kepada negara Rp2.400 triliun. Dalam setiap tahun, yang saya ambil hanya Rp44 miliar, itu pun untuk perjalanan ke luar negeri dan lain-lain,” ucapnya.
Syahrul menegaskan bahwa ucapannya itu bukan untuk mau membela diri.(*)