Chibernews.co.id, Bojonegoro — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah Bojonegoro di tingkat nasional. Reihan Nifan Arkana, siswa kelas XI-1 SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur, berhasil lolos sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat dan dipercaya menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana, 17 Agustus 2026.
Keberhasilan Reihan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Bojonegoro. Prestasi tersebut sekaligus mencatatkan sejarah karena untuk pertama kalinya siswa dari sekolah asal Bojonegoro berhasil menembus seleksi Paskibraka hingga ke tingkat nasional.
Dalam seleksi tingkat pusat, Reihan terpilih mewakili Provinsi Jawa Timur bersama Angelica Theona Putri asal Kabupaten Bondowoso. Keduanya menjadi bagian dari putra-putri terbaik Jawa Timur yang dipercaya membawa nama daerah di panggung kenegaraan.
Perjalanan Reihan hingga berhasil menjadi Paskibraka nasional tidak diraih dengan mudah. Ia harus melewati serangkaian tahapan seleksi berjenjang yang berlangsung ketat, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga seleksi nasional.
Setiap tahapan menuntut kesiapan fisik, mental, kedisiplinan, kemampuan baris-berbaris, wawasan kebangsaan, serta karakter yang sesuai dengan standar Paskibraka tingkat nasional.
Reihan lahir di Kediri pada 30 Mei 2010. Sebelum menempuh pendidikan di SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur, ia sempat mengenyam pendidikan jenjang SMP di Kabupaten Jember.
Kini, keberhasilan Reihan menjadi Paskibraka tingkat pusat menjadi inspirasi bagi pelajar di Bojonegoro dan Jawa Timur. Prestasinya membuktikan bahwa putra daerah mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus membawa nama daerah ke panggung kehormatan negara.
Tugas di Istana pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun menjadi babak penting dalam perjalanan Reihan. Bukan hanya sebagai kebanggaan pribadi dan keluarga, tetapi juga sebagai representasi generasi muda Bojonegoro yang mendapat kepercayaan mengemban tugas dalam salah satu upacara kenegaraan paling sakral di Indonesia.