Dukung Swasembada Gula, GRIB JAYA dan CV Langbuana Sosialisasikan PSN Bongkar Raton 2026 di Dampit

Chibernews.co.id, Malang – Sosialisasi Program Strategis Nasional (PSN) Bongkar Raton Tebu Tahun 2026 digelar di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti kepala desa, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), penyuluh pertanian, serta para petani tebu sebagai upaya mempercepat pelaksanaan program peremajaan tanaman tebu.

Sosialisasi merupakan sinergi antara Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) JAYA, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, serta CV Langbuana sebagai penyedia bibit Program Bongkar Raton.

PIC CV Langbuana Malang, Imam Syafi’i, menjelaskan setiap penerima manfaat Program Bongkar Raton Tahun 2026 akan memperoleh bantuan bibit tebu dan biaya Hari Orang Kerja (HOK) sesuai ketentuan program.

“Setiap penerima bantuan akan memperoleh bibit tebu sebanyak 7 ton per hektare serta bantuan biaya Hari Orang Kerja (HOK) sebesar Rp4 juta per hektare,” ujar Imam.

Ia mengatakan proses pendaftaran calon penerima manfaat masih dibuka hingga September 2026. Sementara distribusi bibit kepada peserta yang telah dinyatakan lolos akan dilakukan secara bertahap hingga November 2026.

“Kami mengimbau para petani yang ingin mengikuti Program Bongkar Raton agar segera mendaftarkan diri. Pendaftaran akan berakhir pada September 2026, sedangkan pengiriman bibit terakhir dijadwalkan pada November 2026,” katanya.

Imam berharap para petani dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan peremajaan tanaman tebu sehingga produktivitas kebun meningkat dan hasil panen menjadi lebih optimal.

Sementara itu, Ketua DPC GRIB JAYA Kabupaten Malang, Damanhury Jab, menyatakan dukungan penuh terhadap Program Strategis Nasional Bongkar Raton Tahun 2026 sebagai langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produksi gula nasional.

“GRIB JAYA Kabupaten Malang mendukung penuh Program Strategis Nasional Bongkar Raton Tahun 2026 sebagai salah satu upaya pemerintah mewujudkan swasembada gula nasional. Program ini harus menjadi gerakan bersama antara pemerintah, petani, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Damanhury.

Ia mengajak seluruh jajaran GRIB JAYA, khususnya anggota di wilayah Malang Selatan, untuk ikut menyukseskan program tersebut dengan membantu menyosialisasikan kepada masyarakat dan para petani tebu.

“Saya mengajak seluruh anggota GRIB JAYA, khususnya di wilayah Malang Selatan, agar bersama-sama menyukseskan Program Bongkar Raton 2026. Kabupaten Malang merupakan salah satu daerah penghasil tebu terbesar di Jawa Timur. Mari kita jemput bola dan mengajak para petani memanfaatkan program ini demi meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung swasembada gula nasional,” katanya.

Damanhury juga berharap keberhasilan Program Bongkar Raton di Kabupaten Malang dapat diikuti dengan penguatan industri gula di daerah.

 “Apabila produksi tebu terus meningkat, kami berharap pemerintah dapat mempertimbangkan penambahan kapasitas ataupun membuka kembali pabrik gula di Kabupaten Malang. Dengan demikian, antrean pengiriman tebu saat musim giling dapat dikurangi, risiko gagal panen dapat ditekan, dan hasil panen petani terserap secara maksimal,” pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri Kepala Desa, Ketua Gapoktan se-Kecamatan Dampit, penyuluh pertanian lapangan (PPL), perwakilan Pabrik Gula Krebet Malang, jajaran DPC GRIB JAYA Kabupaten Malang, serta para petani tebu yang menjadi calon peserta Program Strategis Nasional Bongkar Raton Tahun 2026.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *