Diduga Tak Sesuai Standar, Aspal Kebundadap Barat Mulai Mengelupas: Anggaran dan Pelaksana Dipertanyakan

Chibernews.co.id, Sumenep — Pekerjaan pengaspalan jalan di Desa Kebundadap Barat, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, menjadi sorotan. Proyek yang diduga baru selesai dikerjakan tersebut ditemukan mulai mengalami kerusakan pada sejumlah bagian permukaan jalan.

Temuan itu terungkap saat tim Media Partner melakukan investigasi lapangan pada Selasa, 25 Agustus 2026. Dalam penelusuran di lokasi, tim juga tidak menemukan prasasti atau papan informasi proyek yang dapat memberikan keterangan kepada masyarakat mengenai sumber anggaran dan nilai pekerjaan.

Ketiadaan informasi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi pelaksanaan pembangunan desa, terlebih pekerjaan tersebut menggunakan anggaran publik yang semestinya dapat diketahui masyarakat.

Saat dikonfirmasi mengenai keberadaan prasasti, Kepala Desa Kebundadap Barat menyatakan bahwa prasasti sebenarnya ada.

“Prasasti ada, mungkin teman sampean tidak tahu tempatnya atau tidak tahu.”

Namun, ketika tim kembali meminta penjelasan sekaligus mengonfirmasi kondisi fisik pekerjaan yang diduga tidak sesuai dengan standar teknis, tidak ada lagi respons dari Kepala Desa.

Selain persoalan transparansi, kondisi fisik jalan juga menjadi perhatian. Beberapa bagian permukaan aspal terlihat mulai mengalami kerusakan dan mudah terkelupas, padahal pekerjaan tersebut diduga masih tergolong baru.

Tim mempertanyakan sejumlah aspek teknis, mulai dari proses pemadatan, struktur lapisan jalan, potensi *stripping*, hingga takaran material aspal yang diduga kurang optimal dalam mengikat lapisan dasar.

Jika proses pemadatan dan komposisi material tidak dilakukan sesuai spesifikasi teknis, kualitas lapisan aspal dapat menurun dan berpotensi mempercepat kerusakan jalan.

Namun, dugaan tersebut tentu masih memerlukan pemeriksaan teknis dari pihak berwenang untuk memastikan penyebab kerusakan secara objektif.

Pembangunan infrastruktur desa bukan sekadar persoalan jalan selesai dibangun. Kualitas pekerjaan dan keterbukaan penggunaan anggaran menjadi bagian penting dari pertanggungjawaban pemerintah desa kepada masyarakat.

Karena itu, masyarakat patut mendapatkan informasi yang jelas mengenai “berapa nilai anggaran, dari mana sumber dananya, siapa pelaksana pekerjaan, berapa volume pekerjaan, serta apa spesifikasi teknis yang digunakan”.

Apalagi jika benar pekerjaan baru selesai namun permukaan aspal sudah mulai terkelupas, kondisi tersebut layak menjadi perhatian pemerintah kecamatan, inspektorat maupun instansi teknis terkait untuk melakukan pengecekan lapangan.

“Jangan sampai pembangunan yang seharusnya menjadi aset masyarakat justru hanya bertahan seumur proyek”.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Kebundadap Barat belum memberikan penjelasan lanjutan terkait dugaan persoalan teknis dan transparansi pekerjaan tersebut.

Tim media Chibernews.co.id, membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Pemerintah Desa Meddelan, pelaksana kegiatan, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan secara terbuka.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *