Kota Batu Jadi Lokasi Replikasi Program Pemberdayaan, Fokus Regenerasi Petani dan Penguatan UMKM

Chibernews.co.id, Kota Batu – Kota Batu resmi menjadi salah satu lokasi replikasi program pemberdayaan masyarakat yang sebelumnya dikembangkan di Kota Bandung. Program ini menyasar dua hal utama: regenerasi petani dan penguatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar naik kelas.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan yang dihadiri Anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi PKB sekaligus Sekretaris Jenderal PKB, Muhammad Hasanuddin Wahid, bersama sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan di Kota Batu.

Dalam sambutannya disebutkan bahwa sektor pertanian dan UMKM punya peran penting menggerakkan perekonomian Kota Batu. Karena itu dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar program pemberdayaan berjalan berkelanjutan.

Pemerintah Kota Batu bersama perangkat daerah terkait disebut telah mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan. Kolaborasi ini melibatkan Dinas Pertanian, Dinas Sosial, dan unsur pemerintah daerah lainnya.

Kinerja pemberdayaan UMKM Kota Batu juga sudah mendapat pengakuan nasional. Pada 2024, program pendampingan UMKM Kota Batu menerima penghargaan karena dinilai memiliki kinerja dan pendampingan yang baik di tingkat nasional.

Salah satu bentuk pendampingannya adalah program intensif selama 365 hari untuk sekitar 40 pelaku UMKM. Cakupannya tidak hanya pengembangan produk, tapi juga legalitas usaha, manajemen, pemasaran, digitalisasi, hingga peningkatan kapasitas bisnis.

Tujuan program ini bukan hanya memberi bantuan, tapi menciptakan kemandirian agar UMKM mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Dalam kegiatan yang sama diperkenalkan konsep Perintis Berdaya Connect. Konsep ini diharapkan menjadi wadah penghubung berbagai kekuatan pemberdayaan, khususnya generasi muda.

Dr. (HC) Drs. A. Muhaimin Iskandar, M.Si. menyampaikan, program ini juga diarahkan untuk mempertemukan produk pertanian yang sudah memenuhi standar dan terverifikasi dengan dunia usaha modern. Dengan begitu, hasil pertanian Kota Batu tidak hanya dijual secara konvensional, tapi punya peluang masuk ke rantai pasok dan pasar yang lebih besar.

“Yang diperlukan adalah tata kelola yang baik agar seluruh potensi yang ada dapat terhubung dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya, Rabu (26/8/2026).

Pemerintah daerah juga didorong terus membuka ruang dan kebijakan yang mendukung perkembangan UMKM. Para pelaku usaha diminta memanfaatkan fasilitas pemberdayaan dan terus meningkatkan kapasitas.

“Teruslah memanfaatkan ruang yang ada, tingkatkan kapasitas, dan terus naik kelas, khususnya bagi UMKM di Kota Batu,” tandasnya.

Dengan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, sektor pertanian, UMKM, dan generasi muda, program ini diharapkan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat Kota Batu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *