Chibernews.xo.id,, Manggarai — Aktivitas gempa bumi masih terus terjadi di wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa kuat berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang kawasan tersebut pada Sabtu lalu.
Terbaru, gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 kembali mengguncang wilayah Ruteng pada Senin (17/8/2026) dini hari. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi pada pukul 00.26 WIB atau 01.26 WITA.
Episentrum gempa berada sekitar 75 kilometer timur laut Ruteng dengan kedalaman 10 kilometer. Lokasi gempa tercatat pada koordinat 7,93 Lintang Selatan (LS) dan 120,50 Bujur Timur (BT).
Guncangan tersebut diikuti sejumlah gempa lain dalam rentang waktu berdekatan. Pada pukul 00.28 WIB, gempa berkekuatan magnitudo 3,9 terdeteksi di wilayah Ruteng dengan kedalaman 27 kilometer.
Selang empat menit kemudian, tepat pukul 00.32 WIB, gempa kembali mengguncang dengan kekuatan magnitudo 4,0. Kali ini, kedalaman gempa tercatat sangat dangkal, yakni sekitar 1 kilometer.
Aktivitas seismik masih berlanjut. Pada pukul 00.38 WIB, BMKG mencatat gempa berkekuatan magnitudo 3,2 dengan kedalaman 7 kilometer.
Kemudian pada pukul 00.42 WIB, gempa kembali terjadi dengan kekuatan magnitudo 4,5 dan kedalaman 5 kilometer.
Rangkaian gempa tersebut belum berhenti. Pada pukul 01.57 WIB, gempa berkekuatan magnitudo 4,1 kembali terdeteksi. Episentrumnya berada sekitar 54 kilometer barat laut Ruteng dengan kedalaman 10 kilometer.
Rentetan aktivitas gempa dalam waktu berdekatan ini menunjukkan bahwa wilayah Ruteng dan sekitarnya masih mengalami aktivitas seismik pascagempa kuat sebelumnya.
Masyarakat diimbau tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Warga juga diharapkan mengandalkan informasi resmi BMKG serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Situasi pascagempa menjadi perhatian mengingat guncangan susulan dapat terjadi dengan kekuatan dan kedalaman yang berbeda-beda. Masyarakat yang berada di wilayah terdampak juga perlu memastikan kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalamnya, terutama apabila terdapat kerusakan akibat gempa sebelumnya.