Skandal Dana Menpora Cup 2025: Satu Nama Jadi Sorotan, Citra Kampus Tercoreng Parah

Chibernews.co.id, Sumenep — Polemik Menpora Cup BEM KM UNIBA Madura cabang futsal memasuki titik paling krusial. Setelah berbagai temuan dan pengakuan internal panitia mengemuka, fokus pemberitaan kini semakin tajam mengarah pada dugaan penguasaan dana sepihak oleh penanggung jawab kegiatan berinisial D. Kejanggalan demi kejanggalan yang terungkap membuat reputasi UNIBA Sumenep kian tergerus di mata publik, Sabtu, (22/11/2025).

Sementara itu, publik semakin tercengang ketika temuan lain turut terungkap: adanya perbedaan mencolok antara nominal hadiah yang disepakati dalam rapat internal dan yang dibagikan pada hari pelaksanaan. Dari kesepakatan awal Juara 1 sebesar Rp. 2.500.000, kenyataannya hanya diberikan Rp1.000.000. Kondisi serupa terjadi pada juara lainnya, dengan nominal yang merosot drastis hingga lebih dari 70 persen.

Situasi ini semakin memperkuat dugaan bahwa aliran keuangan kegiatan tersebut tidak hanya tidak transparan, tetapi juga berpotensi mengalami penyimpangan yang merugikan peserta dan merusak integritas lembaga.

Gelombang protes dari peserta pun terus mengalir deras. Biaya pendaftaran Rp350.000 per tim dianggap tidak sebanding dengan hadiah yang diterima. Ketidakpuasan memuncak ketika klarifikasi panitia dianggap tidak memadai dan justru memperuncing kekecewaan.

Salah satu peserta mengungkapkan kekesalannya.

“Pendaftaran 350 ribu tapi uang pembinaan juara 3 cuma 260 ribu. Ini gak masuk akal. Mana tanggung jawab panitia?” keluhnya.

Peserta lain menegaskan bahwa klarifikasi yang diberikan menunjukkan ketidakprofesionalan panitia.

“Masak event besar seperti ini klarifikasinya cuma begitu? Ini bukan level organisasi yang matang,” ujarnya.

Tim redaksi berupaya menghubungi ketua panitia melalui nomor WhatsApp yang tercantum, namun nomor tidak aktif dan tidak memberikan respons hingga berita ini diturunkan. Upaya serupa juga dilakukan kepada PJ D yang menjadi pusat sorotan, namun tetap tanpa jawaban.

Sikap bungkam ini mempertebal dugaan bahwa ada hal-hal yang sengaja ditutupi dari publik. Keengganan panitia memberikan klarifikasi resmi dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap prinsip transparansi yang semestinya dijunjung tinggi dalam kegiatan mahasiswa.

Kini, citra UNIBA Sumenep ikut terseret dalam pusaran kontroversi. Kampus yang semestinya menjadi ruang pembinaan karakter mahasiswa justru mendapat sorotan tajam akibat buruknya manajemen internal kegiatan yang membawa nama institusi.

Hingga saat ini, tidak ada pernyataan resmi dari pihak BEM KM UNIBA maupun panitia penyelenggara. Peserta mendesak agar laporan keuangan dibuka secara gamblang dan dilakukan evaluasi total agar kepercayaan publik tidak semakin runtuh.

Jika persoalan ini terus dibiarkan, Menpora Cup bukan hanya tercatat sebagai event bermasalah, tetapi juga akan menjadi simbol buruknya tata kelola organisasi mahasiswa yang gagal menjaga integritas dan kepercayaan peserta.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *