Chibernews.co.id, Surabaya — Lima orang korban ledakan yang diduga dipicu kebocoran pipa gas LPG 50 kilogram di kawasan pertokoan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, hingga kini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Selain menderita luka bakar, para korban juga diduga mengalami gangguan pada saluran pernapasan setelah terpapar panas dan asap maupun gas beracun ketika ledakan terjadi.
Kepala Tim Hukum dan Humas RSUD Haji Surabaya, Masrur, Rabu (7/10/2026), mengungkapkan dua korban yang saat ini menjalani perawatan di ruang ICU mengalami luka bakar dengan tingkat masing-masing 16 persen dan 31 persen.
Keduanya telah menjalani tindakan operasi pada Selasa (6/10/2026) sore. Menurut Masrur, kondisi kedua pasien saat ini relatif stabil, namun masih membutuhkan pengawasan ketat di ruang ICU.
Pasalnya, korban dinilai memiliki potensi mengalami gangguan pernapasan akibat dampak ledakan dan paparan panas maupun gas yang terjadi saat insiden.
Sementara itu, Direktur RSUD Dr. Soetomo, Prof. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, melalui keterangan resmi menyampaikan tiga korban lainnya yang dirujuk dari RSUD Haji mengalami luka bakar dengan persentase sekitar 20 hingga 25 persen.
Luka bakar tersebut tersebar di sejumlah bagian tubuh, mulai dari wajah, kepala, leher, dada hingga anggota gerak.
“Luka bakar tersebar di area wajah, kepala, leher, dada dan anggota gerak lainnya,” ujarnya.
Selain luka bakar, tim medis juga mencurigai adanya gangguan pada saluran pernapasan ketiga pasien. Dugaan tersebut muncul setelah korban diduga menghirup asap panas atau gas beracun serta mengalami cedera akibat ledakan.
Ketiga pasien tersebut telah menjalani operasi pada Selasa (6/10/2026). Saat ini mereka masih menjalani perawatan dan pemantauan intensif di Ruang Observasi Intensif (ROI) RSUD Dr. Soetomo.
Kondisi tersebut membuat kelima korban masih membutuhkan penanganan dan pemantauan medis secara ketat, terutama untuk mengantisipasi komplikasi akibat luka bakar maupun gangguan pernapasan pascaledakan.