Chibernews.co.id, Kota Batu – Tim penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Batu, mulai melakukan pemeriksaan kepada lima orang Aparatus Sipil Negara (ASN) terkait dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan jual beli kios dan Los Pasar Induk Among Tani Batu.
Pemeriksaan terhadap lima saksi tersebut, tujuannya untuk mencari peristiwa pidananya melawan hukum, terkait dugaan tersebut.
“Hari ini tim penyidik melakukan pemeriksaan kepada lima saksi ASN dilingkungan Pemkot Batu,terkait dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan jual beli kios dan Los di Pasar Induk Among Tani Batu. Pemeriksaanya dilakukan di Kejaksaan Negeri Batu, “ujar Kasi Intel Kejari Batu, Wisnu Sanjaya, Senin (6/4/2026).
Pemeriksaan kelima ASN ini, disebutkan Wisnu, yakni inisial GDP Kepala UPT tahun 2024 hingga sekarang.Lantas inisial AS Kepala UPT tahun 2020 hingga 2024.
“Kemudian inisial N alias K, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan tahun 2021 hingga 2026.Inisial AY, Kabid Bidang Perdagangan saat ini, dengan isial TJ, staf Pengelola Data UPT Pasar Amomg Tani,” paparnya.
Dalam proses pemeriksaan terhadap sejumlah saksi ini, menurut Wisnu, merupakan tahap penyelidikan untuk menemukan peristiwa melawan hukum atas dugaan jual beli kios dan Los dimaksud.
“Ini merupkan awal pemeriksaan para saksi,selanjutnya dijadwalkan besok pada hari Selasa, (7/4/2026) kepada sejumlah para pedagang,” lanjutnya.
Bahwa pemeriksaan pada hari ini dilakukan di ruang Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidus) oleh 7 Jaksa penyidik.
“Saaat ini karena tahap penyelidikan, maka dilakukan sebanyak tujuh Jaksa penyelidik.Berikutnya kalau sudah meningkat kepenyidikan, pemeriksaannya dilakukan oleh tim penyidik,” tambahnya.
Bahwa tim penyelidikan ini, terdiri dari koordinator Kasi Pidsus,dan Ketua Tim,totalnya ada 7 jaksa.
Sementara itu, sumber terperiksa dari ASN yang tidak mau disebut namanya mengaku telah dimintai keterangan di ruang Pidsus mulai pukul 9.00 Wib hingga Pukul 12.00 WIB.
“Tadi saya sudah menjalani pemeriksaan mulai pukul 9.00. WIB hingga pukul 12.00 WIB,diruang Pidsus ada 14 pertanyaan seputar kios dan Los Pasar Among Tani,” ujar sumber ini.
Selanjutnya sumber ini menyebut untuk pemeriksaaan sesi kedua pada Selasa besok sekitar 12 orang dari pedagang pasar Among Tani Batu.






