Konferensi Internasional Gau Maraja Leang-Leang Maros 2025 Hadirkan Para Tokoh Nasional dan Internasional

Maros, 5 Juli 2025 -Chibernews.co.id/ Kabupaten Maros menjadi tuan rumah pelaksanaan Konferensi Internasional Gau Maraja Leang-Leang Maros 2025 yang berlangsung pada 4–5 Juli 2025. Kegiatan bergengsi bertema “Prespektif Megadiversitas ini diadakan sebagai wadah pertemuan para akademisi, peneliti dan pemangku kepentingan nasional dan internasional untuk membahas kekayaan keanekaragaman hayati dan budaya di kawasan Leang-Leang, Sulawesi Selatan.

Konferensi ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, ST dan Bupati Maros, Dr. A. S. Chaidir Syam, S.IP., MH. Keduanya menekankan pentingnya pelestarian situs prasejarah Leang-Leang sebagai warisan budaya dunia serta potensi besar wilayah ini dalam sektor pariwisata dan pendidikan.

Sebagai pembicara kunci, hadir Prof. Adam Brumm dari Griffith University, Australia, yang dikenal luas atas penelitian-penelitiannya di bidang arkeologi dan manusia purba di kawasan Asia Tenggara. Ia didampingi oleh dua tokoh nasional yaitu Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc (Menteri Kebudayaan Republik Indonesia) dan Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. Menteri Pertanian Republik Indonesia Tak hanya itu, acara ini juga menghadirkan sejumlah pembicara undangan terkemuka di antaranya

Prof. Campbell Macknight (ANU  Australian National University)

Prof. Maxime Aubert (Griffith University)

Prof. Dr. Akin Duli, M.A. (UNHAS)

Prof. Ismunandar, Ph.D. (Staf Ahli Menteri Kebudayaan)

Ahmad Mahendra, N., T.A.P. (Dirjen Kemenbud)

Dr. Herry Jogaswara, M.A. (BRIN)

Dr. Noel Hidalgo Tan (ASEAN SCCD)

Konferensi ini diinisiasi oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Maros serta berbagai lembaga dan universitas, dengan dukungan penuh dari instansi riset nasional dan internasional. Selain menjadi ajang berbagi pengetahuan ilmiah, konferensi ini juga memperkuat komitmen pelestarian budaya dan lingkungan di Sulawesi Selatan khususnya kawasan karst Maros Pangkep yang telah diakui secara global.

Kegiatan Gau Maraja 2025 ini diharapkan menjadi agenda rutin tahunan berskala internasional, memperkuat posisi Maros sebagai pusat riset arkeologi dan megadiversitas dunia.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *