Chibernews.co.id | Sumenep – Kerusakan pada bahu jalan di jalur Jl. Jokotole, Dusun Toros, Desa Babalan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, menuai sorotan warga. Bahu jalan tersebut diduga mengalami kerusakan akibat sering dilalui truk tronton bermuatan berat yang mengangkut material asbes menuju gudang PT. Semen Indonesia Distributor Sumenep, Jum’at, (13/03/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi bahu jalan mulai ambles dan retak di sejumlah titik. Kerusakan tersebut diduga dipicu oleh aktivitas kendaraan berat bertonase tinggi yang hampir setiap hari melintas untuk mengirimkan material asbes ke perusahaan distributor semen yang berada di kawasan tersebut.
Dalam pantauan terbaru, sebuah truk tronton dengan nomor polisi AB 8918 NA terlihat berada di lokasi dengan kondisi masih bermuatan asbes dan belum dilakukan proses pembongkaran. Kendaraan besar tersebut diduga menjadi salah satu armada pengangkut material yang rutin masuk ke area gudang perusahaan.
Keberadaan truk bermuatan berat itu semakin memperkuat dugaan warga bahwa aktivitas kendaraan bertonase besar menjadi salah satu faktor penyebab rusaknya bahu jalan di jalur tersebut.
Sejumlah warga sekitar mengaku resah dengan kondisi jalan yang semakin rusak. Selain membahayakan pengguna jalan, kerusakan bahu jalan juga dikhawatirkan akan semakin melebar jika tidak segera mendapat penanganan dari pihak terkait.
“Truk besar itu hampir tiap hari lewat dengan muatan berat. Bahu jalan yang sebelumnya masih bagus sekarang mulai rusak dan amblas,” ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Menurut warga, kerusakan tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas di jalur tersebut.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pihak PT. Semen Indonesia Distributor Sumenep juga telah dilakukan melalui kontak resmi yang tersedia. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan belum memberikan tanggapan. Pesan yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp kepada kontak resmi perusahaan bahkan terlihat telah dibaca (centang biru/red), namun belum mendapatkan respons.
Kondisi ini menambah tanda tanya publik terkait tanggung jawab pihak terkait atas dugaan kerusakan infrastruktur jalan yang terjadi di jalur tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan pengecekan serta evaluasi terhadap aktivitas kendaraan berat di jalur tersebut. Jika terbukti menjadi penyebab kerusakan, warga meminta adanya tanggung jawab dari pihak-pihak yang terlibat agar kondisi jalan dapat segera diperbaiki.
Selain itu, pengawasan terhadap kendaraan bertonase besar juga dinilai perlu diperketat guna mencegah kerusakan infrastruktur jalan yang semakin meluas.