Sudah Sebulan Arus Listrik di Desa Andulang Diduga Tidak Normal, Warga Keluhkan Lambannya Respons PLN Sumenep

Chibernews.co.id, Sumenep — Kondisi pasokan listrik di Desa Andulang, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dikeluhkan warga. Selama kurang lebih satu bulan terakhir, arus listrik di wilayah tersebut diduga berjalan tidak normal dan mengalami penurunan tegangan. Kondisi ini dinilai mengganggu aktivitas masyarakat yang sangat bergantung pada ketersediaan listrik dalam kehidupan sehari-hari.

Ironisnya, persoalan tersebut dikabarkan telah disampaikan kepada pihak PLN melalui layanan pengaduan darurat 123. Namun, hingga kini, warga mengaku belum mendapatkan penyelesaian konkret atas gangguan kelistrikan yang mereka alami.

Salah seorang warga Desa Andulang yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengungkapkan, setelah melaporkan gangguan tersebut melalui sambungan telepon 123, petugas memang sempat mendatangi lokasi. Akan tetapi, kedatangan tersebut belum membuahkan solusi sebagaimana yang diharapkan masyarakat.

Bahkan, warga justru diarahkan untuk menyampaikan laporan langsung ke kantor PLN Sumenep.

“Sudah kami laporkan melalui telepon 123. Memang sempat ada yang datang, tetapi kami disuruh melapor ke kantor PLN Sumenep. Setelah kami datang ke kantor, disampaikan bahwa perlu ada penambahan trafo agar aliran listrik kembali normal. Namun, sampai sekarang masih kami tunggu, belum ada tindak lanjut maupun perbaikan,” ungkap warga tersebut.

Kondisi ini semakin menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, persoalan kelistrikan bukan sekadar gangguan teknis biasa, melainkan menyangkut kebutuhan dasar masyarakat yang digunakan untuk penerangan, menjalankan usaha, kegiatan pendidikan, hingga berbagai aktivitas rumah tangga.

Bahkan, berdasarkan foto yang diperlihatkan warga, layar meteran listrik digital menunjukkan angka tegangan sekitar 130,2 volt. Angka tersebut menjadi salah satu indikasi yang perlu mendapat pemeriksaan teknis lebih lanjut dari pihak PLN untuk memastikan penyebab dan kondisi sebenarnya dari pasokan listrik di wilayah tersebut.

Warga pun mempertanyakan sejauh mana keseriusan PLN Sumenep dalam menindaklanjuti laporan masyarakat. Sebab, apabila memang diperlukan penambahan trafo sebagaimana informasi yang disampaikan kepada warga, seharusnya ada kejelasan mengenai rencana penanganan, tahapan pekerjaan, serta estimasi waktu realisasi.

Jangan sampai masyarakat hanya menerima penjelasan tanpa kepastian, sementara gangguan listrik terus berlangsung dan aktivitas warga menjadi korban.

Melalui pemberitaan ini, warga berharap pihak PLN Sumenep segera turun langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jaringan dan kapasitas trafo yang menyuplai listrik ke Desa Andulang.

Masyarakat juga meminta agar persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut. Sebab, listrik merupakan salah satu kebutuhan utama yang menopang kehidupan masyarakat. Pelayanan kelistrikan yang baik bukan semata-mata persoalan teknis, melainkan juga bagian dari tanggung jawab penyedia layanan kepada pelanggan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN Sumenep belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga maupun kepastian rencana penambahan trafo di Desa Andulang. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak PLN demi pemberitaan yang berimbang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *