Chibernews.co.id, NTT – Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus memperkuat operasi penanganan dampak gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga hari ketiga penanganan, sebanyak 1.201 personel TNI telah diterjunkan bersama puluhan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Berdasarkan keterangan Pusat Penerangan TNI, sebanyak 29 unit alutsista disiapkan untuk mendukung operasi kemanusiaan tersebut. Alutsista digunakan untuk menunjang mobilitas personel, distribusi bantuan logistik, serta membantu penanganan masyarakat yang terdampak gempa, Selasa, (18/08).
Dari total 29 unit yang disiapkan, 9 unit telah digerakkan, sedangkan 20 unit lainnya masih dalam status siaga untuk dikerahkan sesuai kebutuhan di lapangan.
Tak hanya mengandalkan kekuatan personel dan peralatan, TNI juga mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak. Hingga hari ketiga, total bantuan yang telah dikirim mencapai 122,232 ton.
Jumlah tersebut termasuk tambahan bantuan sebanyak 61,347 ton, dengan sebagian di antaranya berasal dari Kementerian Pertahanan.
Pengerahan kekuatan tersebut ditujukan untuk mempercepat proses penanganan bencana sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.
Dalam pelaksanaannya, TNI terus membangun koordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, serta berbagai instansi terkait lainnya.
Koordinasi lintas lembaga menjadi bagian penting dalam memastikan distribusi bantuan, mobilitas personel, serta penanganan masyarakat di wilayah terdampak dapat berjalan secara efektif.
TNI memastikan dukungan personel, alutsista, dan logistik akan terus disesuaikan dengan perkembangan situasi serta kebutuhan di lapangan. Operasi kemanusiaan pun terus dilakukan untuk membantu masyarakat NTT melewati masa tanggap darurat pascagempa.