Chibernews.co.id, Blitar – Integritas institusi kepolisian kembali menjadi sorotan setelah seorang oknum anggota Polri berinisial N terciduk berada di rumah seorang terduga bandar narkotika jenis sabu saat penggerebekan yang dilakukan Satresnarkoba Polres Blitar Kota di Desa Pohgajih, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar.
Penggerebekan tersebut merupakan tindak lanjut dari pengembangan penyidikan terhadap tersangka berinisial KK, yang sebelumnya lebih dahulu diamankan petugas. Dari hasil pemeriksaan, KK mengaku memperoleh sabu dari seorang bandar berinisial KT, yang diketahui merupakan residivis dalam perkara narkotika.
Berdasarkan pengakuan itu, Satresnarkoba Polres Blitar Kota melakukan pemetaan dan penyelidikan hingga mendatangi sebuah bengkel milik KT di Desa Pohgajih pada Senin (13/7/2026). Saat penggerebekan berlangsung, petugas mendapati beberapa orang berada di lokasi, termasuk seorang pria yang kemudian mengaku sebagai anggota kepolisian aktif yang bertugas di wilayah Polres Blitar.
Kasat Narkoba Polres Blitar Kota, Iptu Bambang Dwi Wahyono, membenarkan adanya temuan tersebut. Menurutnya, seluruh orang yang berada di lokasi langsung diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam penggeledahan, petugas menyita barang bukti berupa sekitar 14,08 gram sabu siap edar, ratusan plastik klip kecil yang diduga digunakan untuk pengemasan, serta sebuah timbangan digital yang diduga menjadi alat pendukung aktivitas peredaran narkotika.
KT telah ditetapkan sebagai tersangka dan resmi ditahan. Sementara itu, terhadap oknum polisi berinisial N, penanganannya dikoordinasikan dengan Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) serta Paminal Polres Blitar. Hasil tes urine terhadap yang bersangkutan menunjukkan hasil positif.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa oknum tersebut telah diserahkan kepada Propam Polres Blitar untuk menjalani proses pemeriksaan etik dan disiplin sesuai ketentuan yang berlaku, di samping kemungkinan proses hukum apabila ditemukan bukti keterlibatan dalam tindak pidana narkotika.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan aparat penegak hukum yang seharusnya berada di garda terdepan dalam pemberantasan narkoba. Masyarakat kini menantikan transparansi dan ketegasan aparat dalam mengusut tuntas perkara tersebut tanpa pandang bulu, demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian serta memastikan penegakan hukum berjalan secara profesional dan berkeadilan.