Chibernews.co.id,Jawa Timur–Kakak ipar, aparat, dan mahasiswi.
Kombinasi yang seharusnya melindungi, tapi justru berujung maut.
Pertanyaannya cuma satu: seberapa busuk drama di balik seragam ini?
Kasus tewasnya Faradila, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), terus membuka babak demi babak yang bikin publik geleng-geleng kepala. Bukan cuma soal pembunuhan, tapi siapa pelakunya yang bikin dada sesak.
Terduga pelaku diketahui merupakan oknum anggota Polri berinisial Bripka AS, yang ironisnya masih memiliki hubungan keluarga dekat dengan korban. Faradila disebut sebagai adik ipar dari terduga pelaku. Hubungan darah? Bukan. Tapi hubungan keluarga yang seharusnya aman—ternyata berujung tragedi.
Jenazah Faradila ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Dari hasil penyelidikan sementara, dugaan kuat korban dibunuh sebelum jasadnya dibuang. Fakta demi fakta mulai bermunculan, termasuk kabar bahwa hubungan antara korban dan terduga pelaku sudah lama tidak harmonis.
Yang bikin publik makin kepo, ayah korban angkat bicara. Ia menyebut adanya konflik lama, bahkan menyentuh soal penguasaan harta keluarga. Motif yang kalau benar, bikin nyali ciut: nyawa melayang demi uang dan ego.
Polda Jawa Timur akhirnya turun tangan. Bripka AS kini tidak hanya menghadapi proses pidana, tapi juga sidang etik kepolisian. Institusi berjanji tidak akan melindungi anggotanya jika terbukti bersalah. Janji yang tentu saja masih ditunggu pembuktiannya.
Satu hal yang jelas, nama baik institusi kembali dipertaruhkan, sementara keluarga korban hanya menuntut satu hal sederhana: keadilan tanpa drama.