Chibernews.co.id, Sumenep, — Isu keterlibatan aparat kepolisian dalam peredaran narkoba kembali mengguncang wilayah Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura. Berdasarkan temuan sejumlah sumber terpercaya, oknum dari Polsek Kangayan dan Polsek Kangean diduga kuat ikut terlibat dalam jaringan peredaran narkotika yang telah lama beroperasi di wilayah tersebut.
Informasi yang diperoleh tim investigasi menyebut, para oknum tersebut bukan hanya mengetahui aktivitas peredaran di lapangan, melainkan juga diduga berperan sebagai pengatur jalur distribusi dan pemberi “perlindungan” bagi para pengedar agar terhindar dari jerat hukum.
“Beberapa kali razia terlihat hanya sebagai formalitas. Setiap kali operasi digelar, para pelaku selalu lebih dulu menghilang. Diduga kuat ada kebocoran informasi dari dalam,” ungkap T, warga Blok Kangean, kepada wartawan, Senin (4/11/2025).
Lebih jauh, sumber lain menyebut adanya praktik setoran rutin dari para bandar kepada sejumlah oknum aparat sebagai bentuk “uang keamanan” agar aktivitas peredaran tetap berjalan tanpa gangguan. Kondisi geografis Kangean yang sulit dijangkau pengawasan laut juga disebut menjadi jalur utama penyelundupan barang haram dari luar Madura.
Seorang mantan pengguna yang kini aktif dalam gerakan anti-narkoba mengaku sempat mendapat tekanan agar tidak membuka informasi terkait dugaan keterlibatan anggota kepolisian dalam kasus narkoba di Kangean.
“Saya pernah diminta diam. Mereka tidak mau nama salah satu anggota disebut. Tapi masyarakat tahu siapa yang bermain di balik semua ini,” ujarnya dengan nada kecewa.
Fenomena ini menimbulkan keprihatinan mendalam di tengah komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang gencar memberantas narkoba hingga ke pelosok negeri. Pulau Kangean yang selama ini dikenal religius dan damai kini justru dibayangi kecemasan akibat maraknya peredaran barang haram yang seolah tak tersentuh hukum.
Gabungan tokoh masyarakat, aktivis, dan pemuda Kangean mendesak Kapolri, Kapolda Jawa Timur, serta Kapolres Sumenep untuk segera membentuk tim khusus (timsus) guna mengusut tuntas dugaan keterlibatan aparat tersebut. Mereka menilai, kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian akan runtuh jika aparat justru menjadi pelindung para bandar.
“Ini bukan isu sepele. Kalau benar ada aparat yang ikut melindungi peredaran narkoba, maka penegakan hukum di sini hanya jadi sandiwara,” tegas salah satu aktivis anti-narkoba di Kangean.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Polsek Kangayan maupun Polsek Kangean. Namun, sumber internal menyebut isu ini telah masuk dalam radar Mabes Polri dan tengah diselidiki secara tertutup oleh jajaran Propam.
Masyarakat berharap, apabila terbukti ada aparat yang terlibat, penegakan hukum dilakukan secara tegas dan terbuka bukan sekadar sanksi administratif atau pemindahan tugas.
Pulau Kangean kini menunggu langkah berani institusi kepolisian untuk membersihkan tubuhnya dari oknum yang mencoreng nama baik Bhayangkara.