Chibernews.co.id, Sulawesi Tengah — Gempa bumi bermagnitudo 5,7 yang kemudian diperbarui menjadi M6,0 mengguncang wilayah sekitar Danau Poso, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Kamis malam (25/7/2025). Getaran kuat menyebabkan kerusakan cukup parah pada hampir seluruh bangunan di sejumlah desa, serta menciptakan kepanikan massal di kalangan warga.
Rumah-rumah warga tampak retak hingga roboh, sementara sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, dan pusat layanan kesehatan turut terdampak. Hingga Jumat pagi, suasana di kawasan sekitar Danau Poso masih dipenuhi ketegangan akibat gempa susulan yang terus terjadi, meski dengan intensitas lebih rendah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat beberapa gempa susulan dengan skala maksimum MMI IV yang masih dirasakan warga. Kekhawatiran akan gempa lanjutan membuat warga enggan kembali ke dalam rumah mereka yang rusak.
Malam tadi, ratusan warga memilih bertahan di luar rumah. Beberapa mendirikan tenda darurat di lapangan atau halaman yang masih aman, sementara lainnya hanya menggunakan tikar dan terpal seadanya. Kondisi ini membuat kawasan Danau Poso yang biasanya tenang berubah menjadi titik pengungsian darurat dengan percakapan penuh kecemasan yang menggema hingga dini hari.
Desa Pendolo, Tokilo, Tindoli, dan Tolambo menjadi daerah yang paling terdampak. Belum ada data pasti jumlah bangunan yang rusak, namun diperkirakan mencapai ratusan unit dengan tingkat kerusakan bervariasi dari ringan, sedang, hingga berat.
Pihak berwenang telah mengimbau masyarakat untuk memeriksa kondisi bangunan mereka secara mandiri dan segera melaporkan kerusakan kepada petugas setempat guna pendataan lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa atau luka-luka. Namun, upaya penanganan darurat dan pemetaan dampak gempa masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama instansi terkait.