Chibernews.co.id, Sumenep – Bau busuk dugaan permainan dalam pembagian bantuan beras Bulog mulai tercium di Sumenep. Aktivis sosial Noor Ifan Syah, atau yang akrab disapa Ifan, menuding adanya dugaan indikasi oknum memanfaatkan bantuan untuk kepentingan pribadi. Ia menuntut Pemerintah Daerah tidak tinggal diam dan segera turun tangan melakukan pengawasan ketat.
“Bantuan ini milik rakyat miskin. Kalau ada yang bermain, itu sama saja mencuri dari perut orang lapar,” tegas Ifan, dengan suara lantang.
Ifan menilai, distribusi bantuan pangan seperti beras Bulog kerap menjadi ladang empuk bagi pihak tak bertanggung jawab. Ia menduga ada penerima yang sebenarnya tidak layak, sementara warga yang benar-benar membutuhkan justru dikesampingkan.
Tak hanya itu, Ifan juga menyoroti Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang menurutnya tak luput dari praktik kotor.
“Sudah terlalu sering saya temukan anggaran desa yang seharusnya dipakai membangun dan membantu masyarakat malah diselewengkan untuk memperkaya diri sendiri. Pola ini berulang, karena pengawasan lemah dan keberanian untuk menindak tegas nyaris tidak ada,” bebernya.
Ifan menegaskan, Pemda tidak boleh menunggu laporan masuk atau kasus viral di media sosial baru bertindak.
“Jika kepala desa, aparat, atau siapa pun ketahuan bermain, bongkar dan seret ke ranah hukum. Jangan lindungi tikus-tikus anggaran yang menggerogoti hak rakyat,” ujarnya tajam.
Peringatan keras ini menjadi sinyal bagi Pemda Sumenep bahwa publik mengawasi. Jika dibiarkan, bukan hanya kepercayaan rakyat yang runtuh, tapi juga legitimasi pemerintah di mata warganya.





