10 Bulan Berlalu, Kasus Kematian Mahasiswa Doktor UB di Kali Clumprit Masih Gelap. Polisi Temukan Benda Elektronik Baru

Chibernews.co.id, Kota Batu – Hampir 10 bulan penyelidikan kasus tewasnya mahasiswa S3 Universitas Brawijaya di aliran Kali Clumprit belum menemui titik terang. Kepolisian Resor Batu kini menggenjot lagi proses penyidikan dengan menambah daftar saksi dan menguras titik di sekitar lokasi ditemukannya sepeda motor korban.

Korban diketahui berinisial K, 26 tahun, asal Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. Tubuhnya pertama kali ditemukan warga pada Kamis, 20 November 2025 siang di tepian sungai kawasan Kelurahan Temas. Saat itu dua pemuda yang hendak memancing kaget melihat jasad tergeletak.

Hingga Minggu, 13 September 2026, Satreskrim Polres Batu mencatat sudah 49 orang yang dimintai keterangan. Angka itu naik 3 orang dari pendataan sebelumnya. Tak hanya itu, sejumlah saksi lama juga dipanggil ulang untuk dicocokkan keterangannya dengan hasil autopsi dan barang bukti yang sudah dikantongi penyidik.

Langkah terbaru yang dilakukan polisi adalah menguras area sekitar tempat motor korban pertama kali ditemukan.

“Kami tidak berhenti mencari barang bukti yang diduga milik korban dan belum ditemukan sebelumnya. Setelah pengurasan, ada beberapa barang elektronik yang kami amankan. Tapi jenisnya belum bisa kami sebutkan karena masih harus dikonfirmasi ke keluarga dan orang terdekat korban,” kata Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin, SH, pada Minggu (13/9/2026).

Zaenal menegaskan, timnya masih terus merangkai puzzle dari seluruh bukti yang ada agar kronologi lengkap bisa didapatkan.

“Penyelidikan ini akan kami lanjutkan sampai jelas. Nanti semua hasilnya akan kami sampaikan ke publik,” ujarnya.

Evakuasi sempat terkendala medan

Proses penemuan jasad K setahun lalu juga tidak mudah. Lurah Temas Adi Santoso menyebut laporan awal datang dari warga lewat telepon. Setelah itu diteruskan ke Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga aparat terkait.

Tim gabungan dari Inafis Polres Batu, SPKT, PMI, Tagana, Linmas, FPRB, KIM dan relawan langsung turun. Akses menuju lokasi harus melewati sungai, bebatuan dan tebing curam. Beberapa petugas bahkan sempat terpeleset.

Berdasarkan kondisi jenazah, tim memperkirakan K sudah meninggal 3 sampai 4 hari sebelum ditemukan. Saat dievakuasi, korban masih memakai pakaian lengkap.

Sampai saat ini penyebab pasti kematian K masih menunggu hasil pendalaman lebih lanjut dari polisi dan tim medis.

Dengan adanya saksi tambahan dan penemuan barang bukti baru, fokus penyidik sekarang mengarah pada satu hal: apa yang sebenarnya dialami K sebelum jasadnya ditemukan di Kali Clumprit.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *