Chibernews.co.id, Sumenep — Perubahan pelayanan kesehatan di RSUD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep kembali mendapat sorotan positif dari kalangan masyarakat dan relawan sosial. Di bawah kepemimpinan dr. Erliyati, M.Kes., rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut dinilai menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek pelayanan, kecepatan penanganan pasien, hingga pendekatan humanis terhadap masyarakat, Jumat, (22/05/2026).
Apresiasi itu disampaikan Ahmad Maimun, S.H., pendiri Komunitas Relawan Lentera Sosial Kesehatan sekaligus calon advokat muda yang selama ini aktif mendampingi warga kurang mampu mendapatkan akses layanan medis.
Menurut Ahmad Maimun, transformasi pelayanan di RSUD Sumenep kini semakin dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya bagi pasien yang membutuhkan penanganan cepat dan pendampingan intensif.
“Sekarang pelayanan di RSUD jauh lebih responsif. Ketika kami mendampingi warga yang sakit, penanganannya cepat, petugasnya ramah, dan prosesnya lebih tertata. Ini tentu menjadi harapan besar bagi masyarakat kecil yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang layak,” ujarnya.
Ia menilai, peningkatan kualitas pelayanan tersebut menjadi indikator penting bahwa rumah sakit daerah mampu menghadirkan pelayanan yang profesional tanpa mengabaikan sisi kemanusiaan. Bagi komunitas relawan sosial yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat, perubahan itu disebut sangat membantu proses pendampingan pasien.
Tak hanya memberikan apresiasi, Ahmad Maimun juga menyampaikan harapan agar semangat pembenahan pelayanan kesehatan dapat diperluas hingga ke tingkat pelayanan dasar, khususnya di sejumlah Puskesmas yang masih membutuhkan peningkatan kualitas pelayanan dan fasilitas.
“Perbaikan jangan berhenti di rumah sakit saja. Pelayanan kesehatan tingkat bawah juga harus diperkuat agar masyarakat di desa-desa bisa mendapatkan pelayanan maksimal sejak awal,” tambahnya.
Sebagai aktivis sosial yang fokus di bidang kemanusiaan dan kesehatan, Ahmad Maimun menegaskan komitmennya untuk terus membantu masyarakat yang mengalami kesulitan biaya pengobatan. Melalui komunitas yang ia dirikan, pihaknya siap mendampingi warga mulai dari proses administrasi, pengantaran pasien, hingga memastikan pasien mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan.
“Kami ingin memastikan masyarakat kecil tidak merasa sendirian ketika menghadapi persoalan kesehatan. Selama kami mampu membantu, kami akan hadir untuk mengawal mereka mendapatkan hak pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Sinergi antara relawan sosial dan institusi pelayanan kesehatan dinilai menjadi energi positif dalam membangun kepercayaan publik.
Kolaborasi tersebut juga menjadi gambaran bahwa pelayanan kesehatan yang cepat, terbuka, dan berorientasi pada kemanusiaan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.