Chibernews.co.id,Surabaya–Aksi ini menjadi bentuk penolakan keras terhadap dugaan praktik premanisme yang dinilai mencederai nilai kemanusiaan dan merusak citra Kota Pahlawan.
Dengan konvoi sepeda motor, massa menyuarakan sikap tegas bahwa Surabaya bukan kota preman dan tidak mentoleransi intimidasi, kekerasan, maupun tindakan sewenang-wenang terhadap warga.
Perwakilan massa, Purnama, menuntut pembubaran ormas yang dianggap meresahkan serta meminta pengusutan tuntas dugaan pengusiran Nenek Elina Widjajanti (80) yang dinilai tidak manusiawi. Massa juga mendesak pemerintah agar lebih selektif dalam memberikan izin ormas demi menjaga kondusivitas dan keharmonisan masyarakat lokal.
Usai mendatangi kantor DPC, ratusan Arek Suroboyo melanjutkan aksi ke kantor PAC Madas sebagai lanjutan protes. Aksi ini dipicu oleh serangkaian pernyataan dan tindakan ormas tersebut yang dinilai provokatif, termasuk ancaman melumpuhkan aktivitas Kota Surabaya.
Solidaritas warga bangkit Surabaya menolak premanisme dan berdiri di pihak kemanusiaan.