Chibernews.co.id, Banjarmasin — Operasi pencarian dan evakuasi korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa memasuki hari ke-10. Tim penyelam gabungan berhasil menembus sejumlah kamar penumpang di dalam bangkai kapal pada Selasa (24/9/2026).
Akses menuju sejumlah kamar dilakukan dengan memecahkan kaca jendela. Dari hasil penyelaman, petugas menemukan sejumlah korban yang masih berada di dalam bangkai kapal.
Beberapa korban sempat berupaya dievakuasi menggunakan tali. Namun, proses tersebut belum membuahkan hasil. Kondisi korban yang diduga terjepit atau adanya hambatan lain di dalam kapal menjadi salah satu kendala evakuasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, membenarkan adanya kendala tersebut.
“Sepertinya ada korban kejepit di dalam kapal atau apa yang menyebabkan seperti itu,” ujar Putu dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Selasa malam.
Selain kondisi bangkai kapal, faktor alam turut menghambat proses pencarian. Air laut mulai keruh dan arus semakin kuat pada sore hari sehingga menyulitkan penyelam untuk melakukan evakuasi terhadap korban yang telah ditemukan.
Pada Selasa pagi, tim penyelam sebelumnya berhasil menemukan dan mengevakuasi tiga jasad dari dalam bangkai kapal.
Hingga pukul 22.00 WITA, Basarnas mencatat sebanyak 126 korban telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat dan 18 orang meninggal dunia.
Sementara itu, sebanyak 117 orang masih dalam pencarian dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes kapal.
Operasi penyelaman akan kembali dilanjutkan pada Rabu (23/9). Tim SAR akan memprioritaskan pencarian di area kamar penumpang kelas ekonomi dan eksekutif dengan tetap mempertimbangkan kondisi arus serta keselamatan para penyelam.
Apabila kondisi dinilai memungkinkan dan aman, pencarian juga akan diperluas ke bagian kendaraan yang berada di dalam bangkai kapal.
Operasi pencarian masih terus dilakukan dengan fokus utama menemukan korban yang belum diketahui keberadaannya sekaligus memastikan keselamatan seluruh personel yang terlibat.