Chibernews.co.id, Sumenep – Peristiwa kecelakaan lalu lintas tunggal yang merenggut nyawa seorang pengendara sepeda motor di Jalan Raya Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, masih menyisakan tanda tanya. Hingga Minggu (5/4/2026), aparat kepolisian belum berhasil mengungkap identitas korban.
Insiden yang terjadi pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 03.00 WIB itu melibatkan sepeda motor Yamaha Jupiter MX 135 dengan nomor polisi M 4174 VE. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lokasi kejadian setelah diduga menabrak tiang listrik di sisi jalan.
Petugas Unit Laka Lantas Polres Sumenep yang menerima laporan langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan evakuasi korban dan olah TKP. Sejumlah barang bukti turut diamankan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto melalui Kanit Laka Lantas Ipda Medy Kurniawan mengungkapkan, hasil penyelidikan sementara mengarah pada faktor kelalaian pengendara.
Korban diduga kehilangan kendali hingga akhirnya menabrak tiang listrik.
“Indikasi awal mengarah pada kecelakaan tunggal akibat hilangnya kendali kendaraan,” ujar Medy.
Dari hasil olah TKP, ditemukan bekas benturan keras pada tiang listrik serta jejak ban yang mengarah langsung ke titik tabrakan. Sepeda motor korban diketahui terpental hingga sekitar 15 meter dan ditemukan di area persawahan.
Kondisi jalan di lokasi kejadian dilaporkan dalam keadaan baik, dengan minim tikungan tajam serta cuaca cerah saat kejadian berlangsung. Hal tersebut memperkuat dugaan bahwa kecelakaan terjadi bukan karena faktor eksternal.
Namun demikian, proses identifikasi korban mengalami kendala karena tidak ditemukan dokumen identitas maupun barang pribadi seperti telepon genggam. Penelusuran terhadap nomor polisi kendaraan juga belum membuahkan hasil signifikan.
“Berdasarkan data registrasi, kendaraan tersebut tercatat atas nama pemilik yang sudah meninggal dunia dan telah berpindah kepemilikan,” jelasnya.
Dalam upaya mengungkap identitas korban, Polres Sumenep melibatkan Unit Identifikasi Satreskrim, Dokkes, serta berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Langkah-langkah seperti pengambilan sidik jari hingga pemeriksaan medis telah dilakukan, namun belum ditemukan kecocokan data.
Minimnya saksi di lokasi kejadian turut menjadi kendala dalam proses penyelidikan. Hingga kini, belum ada pihak yang mengetahui secara pasti kronologi sebelum kecelakaan terjadi.
Polisi saat ini tengah menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi serta menyebarluaskan informasi melalui jaringan Bhabinkamtibmas hingga ke tingkat desa.
Kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi terkait peristiwa tersebut agar segera melapor ke pihak berwajib.
“Partisipasi masyarakat sangat kami harapkan untuk membantu mengungkap identitas korban,” pungkas Medy.