Tiga Perangkat Lembang Limbong Tator Diberhentikan Tanpa Prosudur,Ketua DPRD Tator Marah Besar

Chibernews.co.id,Tana Toraja—Tiga perangkat lembang dari Lembang Limbong, Kecamatan Rembon,Kabupaten Tana Toraja, mendatangi kantor DPRD Tana Toraja,pada hari Sabtu (18/6/2022) yang lalu.

ketiganya perangkat Lembang Limbong diterima langsung oleh Ketua DPRD Welem Sambolangi,bersama anggota DPRD  Soni Palulungan dan Yulius Paturu dari Fraksi Hanura, di Gedung DPRD Tana Toraja, Sabtu (18/6/2022).

Tiga aparat Lembang Limbong,yakni Sekertaris Lembang, Widiawati Mangalik, Kaur Perencanaan dan Pelaporan, Adolpina Patiallo, Kepala Dusun, Yohanis Ua,  mendatangi kantor DPRD Tana Toraja, untuk mengadukan Kepala Lembang (Kalem) dan Camat Rembon terkait pemberhentian mereka, secara sepihak, tanpa alasan jelas.

Salah satu hal yang menjadi fokus aduan adalah pemberhentian  perangkat lembang yang diduga dilakukan secara sepihak oleh kalem tanpa prosedural.

Padahal, perangkat lembang yang diberhentikan itu diangkat melalui mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Yohanis Ua, kepala dusun Ranteayun, kepada sejumlah awak media,Sabtu (18/6) mengatakan, kedatangan dirinya bersama sekertaris lembang, Widiawati Mangalik,dan kaur perencanaan dan pelaporan, Adolpina Patiallo, bertujuan mengadukan Kalem Limbong dan Camat Rembon yang secara sepihak memberhentikan  dirinya bersama dua orang perangkat lembang lainya tanpa alasan jelas sejak akhir Mei 2022.

Yohanis menjelaskan,proses pemberitahuan terkait pemberhentian kami tidak pernah di bicarakan sama sekali.Bila persoalan kinerja, aparat lainnya yang tidak diberhentikan kinerjanya sama semua.

“Saya kepala dusun sejak tahun 1996, 7 tahun berkarya di kantor Lembang.Teguran gak ada sama sekali, tiba – tiba malam- malam pak hansip bawa surat pemberhentian,” sesalnya.

Lanjutnya,setelah menerima surat pemberhentian sebagai aparat lembang, saya bersama dua perangkat lembang yang juga menerima surat pemberhentian, datang menemui Camat Rembon di Kantornya.

“Pak Camat, saat kami temui menjelaskan  surat pemberhentian  saya keluarkan berdasarkan surat rekomendasi  Kalem.Tidak ada intervensi sama sekali, lantas yang terakhir Camat hanya berkata bicarakan baik dengn BPL”, ujar Yohanis.

“Itu sebabnya, saya berinisiatif bersama Widiawati Mangalik, Sekertaris Lembang, dan Adolpina Patiallo, Kaur Perencanaan dan Pelaporan melakukan pengaduan ke kantor DPRD Tana Toraja. Kami ingin keadilan bisa ditegakan “,tegas Yohanis.

Selain itu , agar kejadian pemberhentian yang kami alami dan kemungkinan juga terjadi di Lembang lainnya menjadi perhatian serius Bupati Tana Toraja”,ungkap Yohanis.

Sementara,Ketua DPRD Tana Toraja,Welem Sambolangi kepada awak media ,usai menerima kehadiran mereka di kantor DPRD  Sabtu (18/6/2022) siang mengatakan, laporan pengaduan dari aparat lembang limbong  telah diterima oleh DPRD Tana Toraja, dan secepatnya akan segera ditindaklanjuti.

Sudah jadi kebiasaan lembang usai pilkalem pasti ada saja terjadi pemberhentian aparatnya secara sepihak.ujarnya.

“Pemerintah tidak boleh diam atas hal ini, jangan sepihak. Pemda harus turun tangan.Pilkalem sudah selesai, jangan kotak- kotakan masyarakat. Kalem harus  jadi kepala lembang semua masyarakat di wilayahnya,

bukan kalem pendukungnya.ini hak asazi”,tegas Welem.

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.