Sensus Penduduk 2020 di Tengah Pandemi, Masih di Ambang Dilema

Chibernews.com,–Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai lembaga pemerintah yang menjadi rujukan utama data dan informasi statistik menyebutkan bahwa jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2010 mencapai 237,64 juta jiwa (Hasil Sensus Penduduk 2010)1. Jika ditelusuri lebih jauh, angka jumlah penduduk tersebut meningkat sekitar 15,7 persen dibanding tahun 2000 yang berjumlah 206,3 juta jiwa. Selain informasi jumlah penduduk, dalam publikasinya BPS juga menjelaskan tentang distribusi penduduk pada tahun 2010 dimana mereka yang bertempat tinggal di daerah perkotaan sebanyak 118,32 juta jiwa (49,79 persen) dan sisanya di daerah perdesaan sebanyak 119,32 juta jiwa (50,21 persen). Sementara untuk sebaran penduduk Indonesia pada tahun tersebut masih terpusat di Pulau Jawa yang dihuni oleh sekitar 57,5 persen dari total penduduk yang jika ditelusuri luas wilayahnya hanya 6,8 persen dari total luas wilayah Indonesia. Dan masih banyak informasi penting lainnya yang dapat diperoleh dari hasil pendataan BPS mulai dari komposisi, karakteristik penduduk, tingkat pendidikan, jumlah angkatan kerja dan informasi kondisi perumahan. Lantas bagaimana kondisinya saat ini pada tahun 2020

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tentunya kita harus menunggu hasil dari Sensus Penduduk 2020 yang saat ini sedang berlangsung selama bulan September 2020.Sebagai lembaga penyedia data statistik yang menjalankan amanat Undang-Undang No. 16 tahun 1997 tentang Statistik dan Peraturan Pemerintah No 51 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik, BPS menjalankan 3 (tiga) hajatan besar yang diselenggarakan sekurang-kurangnya sepuluh tahun sekali, salah satunya kegiatan Sensus Penduduk. Sejak kemerdekaan, Indonesia telah melaksanakan Sensus Penduduk sebanyak enam kali yaitu, mulai tahun 1961, 1971, 1980, 1990, 2000 dan 2010. Sensus Penduduk juga diselenggarakan sesuai dengan rekomendasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sensus Penduduk 2020 yang kemudian disingkat SP2020 menjadi salah satu kegiatan Sensus Penduduk yang berbeda dari pelaksanaan kegiatan sensus sebelumnya, mengapa? karena SP2020 kali ini menggunakan metode kombinasi yakni gabungan dari metode online dan metode konvensional. Untuk pertama kalinya, BPS melakukan pengumpulan data SP2020 secara online, tujuannya agar memudahkan masyarakat dalam mengisi data pribadi maupun keluarganya secara mandiri, dimana saja dan kapan saja dari tanggal 15 Maret 2020 hingga 29 Mei 2020. Hasilnya cukup memuaskan, Kepala BPS mengumumkan ada sebanyak 51,36 juta jiwa telah berpartipasi didalamnya sementara sisanya yang masih belum sempat mendaftarkan diri secara online jangan kuatir, sebab BPS akan melanjutkan pendataan secara langsung selama bulan September ini. Pastikan data anda dan keluarga tercatat.

Disamping itu juga ada yang membuat SP2020 kali ini terbilang istimewa. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, kegiatan Sensus Penduduk 2020 memanfaatkan data regristrasi penduduk dari Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri sebagai data dasar untuk kegiatan pencacahan penduduk secara lengkap di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk mengupayakan adanya sinkronisasi data, terutama data kependudukan agar kedepannya terwujud satu data kependudukan Indonesia seperti yang diamanatkan dalam Perpres No 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.  Ditengah perkembangan teknologi yang semakin cepat saat ini, membuat kebutuhan akan data yang akurat dan mutakhir menjadi kunci utama dalam dasar penyusunan perencanaan pembangunan yang tepat sasaran. Oleh karena itu, mewujudkan satu data kependudukan, merupakan suatu keharusan bagi suatu negara. Jangan sampai dasar perencanaan kebijakan yang diambil oleh pemerintah berasal dari sumber data yang berbeda-beda yang akan berakibat pada kebijakan yang tidak tepat sasaran.dalam pelaksanaan SP2020, BPS terus bekerja keras mengupayakan untuk mendata seluruh penduduk yang ada di wilayah Indonesia tanpa terkecuali. Hal ini dibuktikan dari pendataan penduduk yang juga turut menyasar para tunawisma yang tidak memiliki tempat tinggal tetap seperti : anak buah kapal (ABK), gelandangan, dan lain sebagainya. Pendataan terhadap tunawisma tersebut dilakukan serentak secara nasional dalam rangka hari sensus atau census date pada tanggal 15 September 2020 yang dimulai dari malam hingga dini/pagi hari berikutnya. Semua usaha yang dilakukan BPS dengan berbagai cara, itu semua sepenuhnya dilakukan untuk mencatat seluruh penduduk Indonesia tanpa ada satupun yang terlewat agar data yang dihasilkan dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan, evaluasi, dan penyusunan program nasional yang tepat sasaran di berbagai bidang.

Sekalipun ditengah kondisi pandemi Covid-19 ditambah lagi efisiensi anggaran yang diperuntukkan untuk penanganan dampak pandemi yang cukup menguras, hajatan besar SP2020 ini harus tetap dilakukan demi mewujudkan satu data kependudukan. Bukan hal yang mudah namun harus dihadapi. Berbagai penyesuaian atau adaptasi secara cepat dan tepat dilakukan BPS untuk menghadapi dinamika yang terjadi. Proses pengumpulan Sensus Penduduk September dibagi ke dalam tiga zona. Di zona 1, setiap rumah tangga akan mengisi kuesioner yang dibagikan oleh petugas sensus didampingi ketua Satuan Lingkungan Setempat (SLS) atau ketua RT. Zona 1 digunakan di wilayah sebagian besar pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Maluku Utara. Di zona 2, petugas sensus akan berkeliling dengan ketua SLS untuk mengonfirmasi data yang sudah tercatat pada Dukcapil. Zona 2 diberlakukan di 264 kabupaten/kota, mayoritas berada di Pulau Jawa. Sementara di zona 3 diberlakukan di hampir seluruh wilayah Papua dan Papua Barat, petugas akan mewawancarai penduduk dengan daftar pertanyaan lengkap seperti kuesioner pada SP Online. Dalam menjalankan tugasnya, BPS sangat memperhatikan penerapan protokol kesehatan bagi para petugas sensusnya. Sebelum bertugas, mereka terlebih dahulu melakukan rapid test guna memastikan bebas dari Covid-19. Selanjutnya petugas sensus akan dilengkapi dengan seragam rompi berwarna biru lengkap dengan logo BPS dan di bagian punggung bertuliskan Petugas Sensus. Petugas juga dibekali dengan tanda pengenal dan membawa surat penugasan dari kepala BPS kabupaten/kota setempat. Ketika di lapangan, petugas harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Mereka akan memakai masker, face shield, sarung tangan, membawa hand sanitizer serta tetap menjaga jarak dengan penduduk.

Dengan berbagai keterbatasan, segala upaya terus dilakukan BPS demi mewujudkan satu data kependudukan Indonesia. BPS sadar betul bahwa keberhasilan hajatan besar SP2020 sangat tergantung pada petugas sensus dan juga peran serta masyarakat. Mari terima kedatangan petugas sensus dan berikan informasi yang benar. Jawaban benar dan jujur anda akan menentukan masa depan Indonesia yang lebih baik.

 

       BIODATA PENULIS

 

Nama     :  Faberlius Hulu, SST

Pendidikan terakhir         :  D-IV Statistika  

Pekerjaan            :  PNS

Jabatan                :  Statistisi Pertama 

Instansi                :  Badan Pusat Statistik Kabupaten Nias Selatan

Jenis Kelamin     :  Laki-Laki          

No HP    :  085370809330

Email      :  faberlius.hulu@bps.go.id        

Alamat  :  Jl. Baloho Indah No 4 Km 2 Kel. Pasar Telukdalam

 

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *