Pengacara Sulaisi Abdurrazaq Resmi Dilaporkan Ke Cyber Ditreskrimsus Polda Jatim

Chibernews.co.id, Sumenep,– Salah seorang pengacara, Sulaisi Abdurrazaq namanya mendadak menjadi sorotan setelah dilaporkan secara resmi oleh H. Mohammad Siddik, SH., MH. yang juga berprofesi sebagai Pengacara, pelaporan itu dilakukan di Unit Cyber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur pada hari Selasa, (16 April 2024).

Pasalnya Pengacara Sulaisi Abdurrazaq dianggap telah sengaja menyebar luaskan kalimat penghinaan yang dikemas karya fiksi cerita pendek dengan narasi yang secara jelas menggambarkan dan sangat bersesuaian dengan kondisi dan keadaan H. Mohammad Siddik selaku pelapor dengan tajuk “DIKDIK SANG PENJAHAT” dan “DIK-DIK BINATANG KERDIL” dengan secara tegas pada awal narasi tersebut diawal dengan kalimat penghinaan bahwa “DIKDIK itu bajingan, berlagak bersih dan anti korupsi. Padahal, dia penjahat, pemeras, penyalahguna narkoba, cerai karena ajak istrinya menghisap sabu”.

Terhadap laporan yang dilakukan H. Mohammad Siddik langsung diterima oleh AKP Ahmadi, SH., MH. pada jam 11.00 Wib, 16 April 2024.

H. Mohammad Siddik menyampaikan bahwa pelaporan ke Cyber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur terpaksa ditempuh dirinya karena sangat merugikan dan berdampak terhadap nama baik dan reputasi dirinya.

“Nama baik dan reputasi saya sangat dirugikan oleh tulisan Sulaisi itu”, ujar H. Mohammad Siddik kepada media.

“Ini supaya jadi pelajaran agar tidak sembarangan menjustifikasi orang kalau tidak ada buktinya”, tambahnya.

“Saya pastikan pelaporan ini akan saya kawal sampai jadi tersangka”, tutur H. Mohammad Siddik dengan penuh semangat.

“Sulaisi jelas di dalam tulisannya tidak mewakili siapa-siapa, tidak dalam rangka menjadi kuasanya siapa-siapa, itu jelas di beberapa media murni tulisan pribadinya yang di inisiasi oleh Sulaisi sendiri”, sesalnya.

Sementara itu, Sulaisi Abdurrazaq yang berprofesi sebagai pengacara sekaligus dalam kasus ini sebagai terlapor saat di konfirmasi oleh media melalui aplikasi WhatsAppnya ia menjawab tidak paham.

“Soal apa tuh? Ga paham aq… wkwkwkkw”, jawabnya.

“Ga apa2…”, tambahnya disertai 3 emoticon tersenyum.

“Saya berterimakasih jika ada yang mengingatkan saya, apalagi lewat Laporan.

Semua orang punya hak untuk laporan, jadi harus dihormati.

Sebagai anak hukum, akan saya hadapi dengan pemeriksaan apapun yang diperlukan penyidik, saya tidak akan berharap belas kasihan pada penyidik.

Jika saya salah, silahkan dihukum. Tapi kalau ternyata saya tidak salah, tentu saya akan melakukan langkah hukum yang relevan agar Pelapor mampu memahami posisinya.” Ujarnya secara panjang menjelaskan ke media ini.

“Dia ini kan punya dua kasus di Polres Sumenep. Yang pertama sudah Tersangka, dan yang satunya lagi dalam tahap riksa di Polres Sumenep.

Jadi kita lihat saja bagaimana orang yang lagi mencari jalan agar aman itu bertingkah”, Ungkapnya menutup percakapannya di aplikasi WhatsAppnya dengan media.

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *