Mahasiswa Desak Kajari Lebak Usut Tuntas Kasus Di KPU Lebak

 

Chibernews.com,Lebak Banten— Aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kabupaten Lebak mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak untuk menindaklanjuti terkait Laporan Pengaduan (Lapdu) setelah melakukan aksi Unjuk Rasa (Unras) di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan di depan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak pada Kamis (17/9/2020) lalu.

Dijelaskan Adang ketua HMI Lebak lantaran, pihaknya bersama PMII sudah mengkaji dari awal ketika akan membuat Lapdu tersebut yang disampaikan kepada Kejari Lebak terkait dugaan kasus meloloskan tender pegadaan barang dan jasa di KPU Lebak pada Pemilu 2019, perusahaan itu oleh Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemkab Lebak ditetapkan sebagai pemenang tender. Bahkan, perusahaan itu memenangkan dua paket pekerjaan sekaligus.

“Maka dari itu kami mendesak Kejari Lebak untuk menindaklanjuti dan menuntaskan persoalan ini,” ujarnya. Senin (21/9/2020).

Padahal lanjut Adang, perusahaan CV. Wiava Karsa yang beralamat di Kecamatan Cipocok, Kota Serang diketahui masuk daftar hitam Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), berdasarkan Surat Keputusan (SK) penetapan Nomor: 027/734-TU/2018, yang berlaku mulai tanggal 26 November 2010 sampai dengan 26 November 2019 sudah di bleklist tetapi menjadi pemenang.

“Meskipun Lapdu sudah disampaikan dan di terima Kejari Lebak kami pengurus HMI dan PMII Lebak masih terus mengadakan diskusi terkait persoalan tersebut, bahkan kami akan mengawal sampai tuntas.” katanya.

Ia juga mengaku akan mengadakan audiensi dengan Kejari Lebak untuk mendorong agar penanganan kasusnya ditangani secara profesional.

“Dalam waktu dekat juga kami akan mengadakan audiensi dengan Kejari untuk mendorong supaya penanganan kasus ini di proses sampai tuntas,” tukasnya

Terpisah, ketua KPU Lebak Nikmatullah
saat di konfirmasi wartawan soal aksi mahasiswa dan melaporkan ke Kejari dugaan kasus tersebut, ia mengatakan aksi mahasiswa hak mereka menyampaikan aspirasi, bahkan pihaknya mengapresiasi apa yang di sampaikan mahasiswa.

“Saya apresiasi kepada rekan-rekan mahasiswa atas penyampaian aspirasinya,” ujar Nikmatullah saat di temui diruang kerjanya.

Selain itu kata dia, soal penetapan pemenangan tender pihaknya tidak mengetahui lantaran itu menjadi kewenangan pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP) di LPSE Lebak.“Saya tidak mengetahui, dan itu adanya di Pokja ULP,” tukasnya.

Jurnalis.:(AR)
Editor.:(Kemal)

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *