KEM-PPKF: BAPPEDA Sumenep Lakukan Sinkronisasi Dokumen RKPD Tahun 2025

Chibernews.co.id, Sumenep,– Kebijakan KEM-PPKF itu akan terbit di Tahun 2025 dan menjadi pedoman dalam penyusunan Dokumen APBD Kabupaten Tahun 2025, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, mulai melakukan sinkronisasi Dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2025, (13/6).

Bappeda Sumenep lakukan konsultasi ke Bappeda Provinsi Jawa Timur, dalam rangka mendapat masukan dan sekaligus persiapan Penyusunan Dokumen RKPD Kabupaten Sumenep Tahun 2025.

Diterbitkannya Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) perlu menyinkronkan banyak hal di daerah, khususnya dalam proses penyusunan dokumen perencanaan. Dalam beberapa tahun terakhir “KEM” menguraikan perkembangan ekonomi global dan domestik. Selain itu juga, prospek ekonomi domestik dan global ke depan.

“Kedepannya, dasar ekonomi makro menjadi landasan penyusunan dan kebijakan fiskal,” kata Ir. Arif Firmanto, S.TP, M.Si, Kepala Bappeda Sumenep (13/6/2024).

Ia mengungkapkan, PPKF tersebut, merupakan arah strategi kebijakan fiskal yang akan ditempuh pemerintah, baik itu jangka menengah dan tahunan. Sehingga, strategi kebijakan fiskal yang bertujuan untuk merespons dinamika perekonomian, menjawab tantangan dan mengurai isu-isu strategis serta mendukung pencapaian sasaran pembangunan.

“Kebijakan fiskal tersebut untuk merespons dinamika perekonomian, menjawab tantangan dan mengurai isu-isu strategis guna mendukung pencapaian sasaran pembangunan,” ungkapnya.

Perlu diketahui, bahwa RKPD 2025 Kabupaten Sumenep yang disusun berpedoman pada RPJMD tahun 2021-2026. Saat ini, Sumenep juga sedang menyusun RPJPD 2025-2045 dan RPJMD 2025-2029, di mana tahun 2025 menjadi tahun awal.

“RKPD 2025 agar tetap selaras dengan RPJPD dan RPJMD yang lagi disusun utamanya di tahun awal,” terangnya.

Terdapat beberapa hal, Arif menegaskan, Bappeda Provinsi Jawa Timur merekomendasikan dokumen RKPD nanti mencantumkan kinerja 6 indikator ekonomi makro di Kabupaten Sumenep.

“6 indikator tersebut diantaranya, indeks modal manusia, TPT, Indeks Gas Rumah Kaca termasuk NTN, Gini rasio, NTP dan Pertumbuhan ekonomi,”tukasnya.

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *