Para Pelaku Usaha BPUM Datangi Kantor Koprasi Kabupaten Lebak

CHIBERNEWS.COM, LEBAK, BANYEN – Pantauan awak media hari Selasa 13 Oktober 2020 di kantor Koprasi Kabupaten Lebak sudah disambangi oleh masyarakat yang mau mendaftarkan sebagai pelaku usaha mikro,yang terdampak covid 19 ironisnya banyak masyarakat yang datang kekantor koprasi tersebut tidak mematuhi protol kesehatan dan peraturan Bupati nomor 28 tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru (AKB)
Ditempat yang sama media tidak menemukan tesedianya layanan kesehatan di depan kantor Koprasi seperti air sabun buat cuci tangan.jelas peraturan Bupati (perbub) dan protokol kesehatan melarang berkerumun tidak makai masker dan tidak jaga jarak.
Semua masyarakat diwajibkan mematuhi protokol kesehatan dan peraturan Bupati nomor 28 dan 84 tahun 2020.tetang adaptasi kebiasaan baru (AKB) dan PSBB.
Sementara itu securiti atau petugas di kantor itu tidak memberikan himbauan Tetang kesehatan saat pandemik covid 19 ini.13/10/20

Kepala dinas koprasi kabupaten Lebak saat di hubungi sedang rapat.

Bacaan Lainnya

Saad 55 tahun warga Cijoro kelurahan MC.timur Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku kepada media saya datang kekantor koprasi tadi subuh jam 4.00 wib pagi sampai saat ini jam 10 belum ada informasi,saya datang pagi-pagi agar saya dapat no antrian paling awal untuk mengisi formulir pengajuan bantuan BPUM dari pemerintah saya pulang pergi dari kemarin untuk mendapatkan formulir paling awal,ada salah satu petugas koprasi mengatakan kepada kami disini bahwa hari ini dan tidak ditentukan waktunya tidak menerima pendaftaran lagi.
Kami dari kelurahan di suruh datang ke sini.terangnya

Di tempat yang sama Ade selaku sekretaris penerangan staf koprasi Lebak mengatakan
Menindaklanjuti Surat Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
491/SM/X/2020 Tangal 06 Oktober 2020 perihal
Republik Indonesia Nomor
Perpanjangan Waktu Pendataan Program Bantuan Bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM),
Program Bantuan Bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) berpedoman pada Peraturan
Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 6 Tahum
2020 Tanggal 12 Agustus 2020 Tentang Pedoman Umum Penyaluran Bantuan
Pemerintah Bagi Pelaku Usaha Mikro Untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi
Nasional Dalam Rangka Menghadapi Ancaman Yang Membahayakan Perekonomian
Nasional Serta Penyelamatan Ekonomi Nasional Pada Masa Pandemi Corona
Disease 2019 Covid-19)

Lanjut Ade target Penerima BPUM Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah pada
perpanjangan waktu ini sejumlah 2.900.000 (dun juta sembilan ratus) pelaku usaha
mikro se Indonesia.
Berkaitan dengan hal tersebut di atas diharapkan mulai mingsu ini mengusulkan
secepatnya setiap hari kerja nama pelaku usaha mikro dan ultra mikro untuk
memenuhi kuota BPUM Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah
Republik Indonesia.
4. Kriteria data Calon Usulan Penerima BPUM diantaranya
Warga Negara Indonesia
Memiliki Nomor Induk Kependudukan
Memiliki Kegiatan Usaha Mandiri
Pelaku Usaha Mikro yang belum mengakses pembiayaan
Bukan Aparatur Sipil Negara, Angota Tentara Nasional Indonesia, Anggota
Kepolisian Republik Indonesia, Pegawai BUMN, atau Pegawai BUMD.sambungnya.

Berdasarkan Permenkop Nomor 6 Tahun 2020 Pasal 3 ayat 1 berbunyi “Bahwa
BPUM diberikan satu kali dalam bentuk uang sejumlah Rp.2.400.000,00 (dua juta
empat atus ribu rupiah”. Pelaku UMKM yang telah mendapatkan bantuan BPUM
dilarang mengusulkan kembali
Tutupnya.

Penulis:(Baedi Muhtar)
Editor:(A.R)

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *