Gadis 13 Tahun Dipinrang Sulsel Dibunuh Polres Pinrang Berhasil Mengamankan Dua Terduga Pelaku.

Chibernews.co.id,Sulsel–Kerja cepat Polres Pinrang atas kasus pembunuhan anak perempuan dibawah umur berinisial.FH di Pinrang.Terungkap.

Sesuai informasi yang berhasil dihimpun dari beberapa pihak menyebutkan pihak Penyidik Polres Pinrang telah mengamankan dua terduga pelaku.

Konon kabarnya para tersangka tega menghabisi Nyawa FH dengan alasan sangat sederhana yakni korban tidak bersih dalam melaksanakan tugas yang diperintahkan kepadanya?

Kita berharap penyidik tidak berhenti pada pengakuan seperti itu, jangan sampai ada hal lain yang sengaja ditutupi.

Nasib malang anak dibawa umur FH, seorang wanita belia kurang lebih 13 tahun, anak kedua dari empat bersaudara, ibunya An, Yusnia, hidup tanpa seorang suami yang sudah lama meninggal dunia.

Fh, dikenal sebagai anak yang baik, rajin, dan gigih mencari rejeki buat Ibunya serta tiga orang saudaranya, kini dirinya harus rela meninggalkan rumah demi untuk membantu kehidupan orang tuanya yang dikenal kurang mampu.

Fh, yang berdomisili di makassar, mendapatkan pekerjaan di sebuah Cafe di daerah Kabupaten, Sidrap Sulawesi Selatan di beberapa tahun yang lalu,

Setiap hasil kerjanya yang dia terima ia sisipkan buat kebutuhan orang tuanya di makassar.

Sebagaimana keterangan Yusnia orang tua Almarhum Fh, “dia kalau sudah gajian dia kirim gajinya kesaya biasanya untuk belanja maupun untuk perbaikan rumah,” Jelasnya.

Namun sangat di sayangkan dan menjadi terpukulnya perasaan hati seorang ibu yang telah melihat anaknya pulang tidak bernyawa lagi, dan yang lebih sangat menyakitkan Fh, meninggal dunia dengan tidak wajar, ditemukan beberapa lebam
di tubuh dan telinganya terkesan Fh, meninggal karena mengalami kekerasan.

Ironisnya lagi, empat orang yang membawa jenazah Fh ke rumahnya di Makassar, tepatnya dijalan Mallombaassang Kecamatan Tamalate, kota Makassar, di hari Kamis (28/3/24) pada jam (03:00) Dini hari, seolah menutupi dan berbohong atas kejadian yang sebenarnya, sehingga salah satu dari pengantar jenazah Fh, yang diduga adalah boss Fh, tempat Almarhum bekerja mengatakan, “Fh meninggal akibat jatuh dikamar mandi.

Menurut keterangan Yusnia, ibu korban.“Bagaimana bisa Almarhum meninggal akibat jatuh dikamar mandi dengan membawa bekas lebam di tulang rusuk dan telinga mengeluarkan darah, ini tidak mungkin”, tukas Yusnia.

Beruntung salah satu tetangga korban yang namanya tidak ingin di sebut, prihatin melihat keadaan korban, sehingga dengan tegas mengatakan bahwa,”kematian Fh bukan jatuh tapi ada dugaan di bunuh, dan meminta dari keluarga korban melaporkan atas kejadian ini, dan jenazah Almarhumah Fh, bawa ke RS bhayangkara untuk dilakukan Otopsi.

Karena dari pihak keluarga yaitu orang tua korban tidak dapat mungkin untuk berangkat ke pinrang, untuk melakukan pelaporan ke polres pinrang atas dugaan pembunuhan yang di alami anaknya Fh. Akhirnya salah seorang tetangga yang tidak ingin namanya di publikasikan, mewakili pihak keluarga korban mengunjungi Polres Pinrang.

Dari hasil laporan, Polres pinrang dengan cekatan mengambil tindakan dengan melakukan penyelidikan, dan hasilnya satu persatu terduga pelaku digiring ke polres untuk penyelidikan lebih lanjut.

Fh, bekerja disebuah Cafe Samudera milik M. Al, di Kabupaten Sidrap, karena libur Ph diajak ke Kabupaten Pinrang kerumah bossnya An M. Al, disitulah Almarhum mengalami dugaan kekerasan hingga menghilangkan nyawa.

Sementara kasus dugaan kekerasan hingga menghilangkan nyawa masih dalam tahap proses pihak penyidik polres pinrang.tutupnya

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *