Dugaan Lima Tersangka Kasus Korupsi RTLH, Kejari Lebak Periksa di Ruangan Pidsus Kejari Lebak.

Chibernews.com, Lebak Banten – dugaan kasus korupsi dana bantuan rehabilitasi sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2015, Kejaksaan Negri (Kejari) Lebak, tahan lima tersangka, Rangkasbitung Senin (7/12/2020).

 

Penahanan tersebut dilakukan, setelah berkas tahap II dari penyidik Satreskrim Polres Lebak dinyatakan lengkap.

 

Adapun kelima orang tersangka yang ditahan yaitu inisial SM, NTD, CMW,
ABD dan UH. Sebelum ditahan, kelimanya menjalani pemeriksaan administrasi di ruang pidana khusus (Pidsus) Kejari Lebak dan menjalani pemeriksaan kesehatan.

 

”Iya, tim Jaksa Penuntut Umum
Kejari Lebak menerima pelimpahan
berkas tahap II dugaan korupsi penyalahgunaan dana bantuan rehabilitasi sosial RTLH APBN tahun 2015 dari penyidik Polres Lebak, sekaligus melakukan penahanan untuk 20 hari ke depan,” terang Kepala Kajari Lebak Nur Handayani melalui Kasi Pidsus Kejari Lebak Bayu Wibianto.

 

Ia juga  menjelaskan, para terdakwa diduga melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana bantuan rehabilitasi sosial RTLH APBN tahun 2015 sebanyak 100 unit dari 10 kelompok, yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp551 juta lebih.

 

 “Perbuatan kelima tersangka, negara mengalami kerugian Rp551 juta lebih.
Kerugian berdasarkan hasil penghitungan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP),” terangnya.

 

Kata Bayu, modus yang dilakukan tersangka dengan mengambil uang bantuan RTLH yang masuk ke rekening kelompok penerima bantuan RTLH. Untuk merehab RTLH.

 

 “Saat kelompok mau mengambil uang di bank yang masuk ke rekening kelompok, tersangka UH, ABD dan SM disuruh tersangka NTS. Setelah uang cair dan ada di tangan mereka, baru uangnya diserahkan kepada NTS selaku koordinatornya,” jelas Bayu.

 

Setelah mengambil uang yang dicairkan oleh kelompok, NTS kemudian membangun rumah warga.

 

“NTS dibantu empat orang lainnya membangun RTLH tidak sesuai spesifikasi. Lantaran kelima tersangka melanggar Pasal 2 ayat (1) Pasal 3 jo Pasal 18 UU 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah
dengan UU nomor 20 tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan
ancaman kurungan penjara maksimal
20 tahun,” katanya.

 

Sementara Kasi Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Lebak Ipda Putu Ari Sanjaya mengatakan, bahwa dinyatakan berkas lengkap alias P21 oleh Kejari Lebak tugas pihaknya dalam mengusut dugaan korupsi RTLH dengan anggaran sekira
Rp1 miliar. (Red/ds)
banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *