Digugat Bertubi-tubi, Ach. Supyadi Kuasa Hukum BMT NU Jatim Menang Terus

Chibernews.co.id, Sumenep,– Gugatan terhadap Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Nuansa Umat Jawa Timur (KSPPS BMT NU Jatim) yang dilakukan oleh Siti Fatimah (40 tahun), warga Menampu, Gumuk, Jember, ia mengajukan gugatan sebesar 400 juta terhadap BMT NU Jawa Timur, gugatan itu sebenarnya sudah berlangsung lama yaitu sejak tahun 2022. Senin, (20/11/2023)

Semula, 15 Februari 2022 perempuan asal Menampu, Gumuk, Jember itu melalui kuasa hukumnya mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Sumenep, gugatan itu terdaftar dengan registrasi nomor 3/Pdt.G/2022/PN Smp, namun pada 30 Juni 2022 gugatan itu harus kandas karena majelis hakim memenangkan BMT NU Jawa Timur yang saat itu diwakili oleh kuasa hukumnya Ach. Supyadi, S.H., M.H. dan majelis hakim menyatakan gugatan penggugat yakni Siti Fatimah tidak dapat diterima atau niet ontvankelijke verklaard (NO).

Selanjutnya Siti Fatimah pada 31 Agustus 2023 mengajukan gugatan kembali, namun kali ini Siti Fatimah melalui Kuasa Hukumnya yang baru mengajukan Gugatan Sederhana (GS) ke Pengadilan Agama Sumenep, gugatan itu terdaftar dengan registrasi nomor 7/Pdt.G.S/2023/PA.Smp, namun pada 19 Oktober 2023 lagi-lagi mengenai gugatan keuangan 400 juta harus kandas lagi karena dianggap tidak terbukti oleh hakim tunggal Hirmawan Susilo, s.H., M.H. yang menyidangkan perkara tersebut.

Namun mengenai sertifikat KSPP Syariah BMT NU Jatim Cabang Dungkek atas nama Siti Fatimah dan rekening BMT NU Jawa Timur oleh hakim dinyatakan sah dan mengikat secara hukum kepada penggugat dan tergugat.

Akan tetapi pada 25 Oktober 2023, Siti Fatimah melalui kuasa hukumnya mengajukan upaya hukum keberatan atas Putusan Pengadilan Agama Sumenep Nomor 7/Pdt.G.S/2023/PA.Smp, tertanggal 19 Oktober 2023, namun pada 15 November 2023 telah di putus oleh majelis hakim dengan Ketua Majelis Drs. H. Palatua, S.H., M.H.I. dan Hakim anggota yaitu Moh. Jatim, S.H., M.H.I. dan Dra. Hj. Nurul Qalbi, M.H.E.S., putusannya, majelis hakim membatalkan Putusan Nomor 7/Pdt.G.S/2023/PA.Smp, tertanggal 19 Oktober 2023, selanjutnya majelis hakim mengadili sendiri dengan menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard).

Ach. Supyadi, S.H., M.H. selaku Kuasa hukum BMT NU Jatim mengatakan, perkara kliennya sudah final, Senin (20/11).

“Putusan pada upaya hukum keberatan yang diajukan oleh Penggugat ini sudah terakhir karena tidak ada upaya hukum lagi”, ujar Supyadi.

“Karena sudah tidak ada upaya hukum lagi yang bisa dilakukan oleh Penggugat, maka BMT NU Jatim sudah menang atas perkara tersebut”, lanjut Supyadi menjelaskan ke media ini.

”sudah tiga kali Penggugat menuntut BMT NU soal uang 400 juta, dua kali mengajukan gugatan yaitu di PN dan PA, ketiga ia mengajukan upaya hukum keberatan, tapi semua hasilnya tetap dikalahkan, karena BMT NU Jatim memang tidak bersalah. Sebab, uang penggugat tidak pernah masuk ke rekening atau sistem BMT NU Jatim”, ungkapnya.

Sudah bertubi-tubi Ibu Siti Fatimah menggugat BMT NU Jatim dan hasilnya kalah semua, ini membuktikan BMT NU Jatim memang tidak bersalah,” tegasnya.

”Kalau boleh saya sarankan sebaiknya Ibu Siti Fatimah ini menyelesaikan secara kekeluargaan saja dengan Pak Rahwini, Sebab, masalahnya menyangkut persoalan pribadi Ibu Siti Fatimah dengan Pak Rahwini, bukan dengan BMT NU Jatim”, pungkasnya.

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *