Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Toraya,Gelar Aksi Pernyataan Sikap Tuntutan Pembatalan RUU Cipta Keraja Omnibus Law.di DPRD Tator

 

Chibernews.com,Tana Toraja—Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Toraya gelar unjuk rasa di gedung DPRD tator menuntut pernyataan sikap Senin,12/10/2020 pukul 10.20 wita,di Gedung DPRD Kabupaten Tator Kelurahan Bombongan Kecamata Makale Kabupaten Tator

Para Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Toraya, Menyikapi pengesahan RUU Cipta Kerja Omnibus Law yang dilaksanakan pada sidang paripuma DPR RI (5 oktober 2020) di Senayan,

“kami mencium aroma persekongkolan yang ditandai dengan tidak transparannya pembahasan RUU tersebut dan menghianati amanat dan kepentingan rakyat. Setelah mengkaji proses pembahasan dan pengesahan RUU tersebut, kami, Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Toraya, menemukan beberapa hal yang menjadi poin kritis

Seperti RUU Cipta Kerja Omnibus Law menyalahi sistem pembentukan undang-undang dan Rule of Law yang berlaku di Indonesia dan mengabaikan dasar pembentukan hukum sebagaimana tercantum dalam Pasal 20 Undang-undang Dasar 1945.

RUU Cipta Katja Omnibus Law dapat menjadi pintu otoritarisme, menjadi pintu oligarki yang tidak berpihak pada kepentingan masyarakat

Pemangkasan kewenangan Pemerintah Daerah dalam perijinan investasi berlawanan secara langsung dengan semangat Otonomi Daerah.

Perizinan berbasis risiko adalah implementasi pendekatan berbasis risiko dapat membuka peluang penyimpangan yang besar walaupun secara konseptual dapat diterima.

Pendidikan akan menjadi rusak karena berdasarkan RUU Cipta Kelja Omnibus Law orientasinya berubah menjadi industri yang tidak akan terikat pada nilai.

Terbukanya peluang terjadinya kerusakan lingkungan tanpa adanya celah bagi masyarakat untuk mengajukan gugatan.

Maka kami Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Toraya menegaskan sikap dan tuntutan terhadap seluruh. Anggota DPRD tator

Serta Mengecam DPR RI atas pengesahan UU Omnibus Law di tengah pandemi Covid-19 yang terkesan terburu-buru dan tidak sesuai prosedural

Mendukung dan mendorong penuh usaha semua pihak untuk melakukan Judicial Review di MK.Meminta komitmen DPRD Kabupaten/kota untuk turut menolak Omnibus Law.

Penyataan Sikap kami, Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Toraya yang kami harapkan bisa ditindakianjuti, agar sampai kepada Pemerintah Pusat.pungkasnya

adapun sebagai pembicara masing ketua, Salman Erwin (GMNI Tator), Donna Malliwa'(GMNI Torut),Ignatius (PMK RI Cab.Toraja),Deni Baso'(BEN IAKN),Abraham T.Lembang(IMSAT), Yahya P.Tiboyong(IPPMK), Irayanti.SP(Srkikadi PP Torut),Ebia Tandisole'(HMKN), Arnis(BARKOM),Herman Tulak(SPT),Sandi Oktavianus(PEMSAT)

Sejumlah Mahasiswa memasuki Gedung DPRD untuk bertemu dengan anggota Dewan,tator

para sejumlah mahasiswa di terims langsung Ketua DPRD Kabupaten.Tator Wellem Sambolinggi.SE (Partai Golkar), DR.ST.MMKristian HP Lambe(Partai Demokrat),Yusup .Pillo,Palebangan S.H (Partai Demokrat),Andreas Tulak.SE.( Partai Demokrat).

Pernyataan Ketua DPRD Kabupaten.Tator dan Anggota Dewan lainnya ,memenuhi permintaan atau Tuntutan Aliansi Pemuda Toraja dalam pembatalan RUU Cipta Kerja Omnibus Law dan siap melanjutkan Ke Pemerintah Pusat Dan DPR RI.unkapnya.

Jurnalis.:(Rahmad)
Editor.:(Redaksi)

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *