Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Malangke Menuntut Kejelasan Atas Pembebasan Lahan Jaringan Irigasi Bendungan Baliase.

 

Chibernews.com,Luwu Utara–Pada tanggal17/9/2020 lalu aliansi mahasiswa dan masyarakat malangke telah melayangkan surat ke DPRD kabupaten luwu utara terkait masalah pembebasan lahan jaringan irigasi bendung baliase yang kami nilai sangat ganjil bagi Man lagi prosedur yang dikakukan BPN dan Aprasial KJJP(anas karim)tidak memberikan penyuluhan pemahaman keadaan masyarakat terkait pembebasan lahan dan ganti rugi .

Surat yang kami kami layangkan di sambut baik oleh DPRD kabupaten luwu utara damana pada tanggal 24 /9/2020 telah di lakukan rapat dengar pendapat yang di hadiri oleh anggota DPRD yang terhormat “1 .jabir budalla s.sos(ketua komisi 2),h.azhal arifin (sekertaris komisi 2),suaeb saing latif ,sp (komisi 2),haeruddin yusuf, hanruddin, arman, wardi, muh.said, muh.ibrahim

Dimana peserta rapat ini di hadiri langsung oleh Kepala BPN Kabupaten Luwu Utara Serta staf,Tim Apresial,Kabid Kabid DorkP2,dan Mahasiswa dan Masyarakat Malangke dan masamba

Rapat yang berlangsung terbilang lancar dan tidak ada kendala yang di pimpin oleh Jabir Budalla S.SOS.

Hingga di selah selah rapat di persilahkannya satu persatu menyampaikan pendapat perihal sekaitan dengan pembebasan lahan dan ganti rugi yang kami nilai sangat tidak jelas perinciannya .

Bayu sebagai koordinator aliansi mahasiswa dan masyarakat malangke menyatakan di dalam ruang rapat dengar pendapat bahwa BPN dan tim apreasial dalam menjalankan tugasnya itu tidak sesuai dengan mekanisme yang ada bahkan secara detail berdasarkan peraturan yang ada .

Selain itu dari beberapa anggota dprd yang hadir sangat menyayangkan apa yang telah di lakukan oleh bpn dan apreasial di lapangan dengan tidak mengedepankan transparansi dan musyawarah dalam mencapai mufakat terhadap masyarakat yang terdampak

Di dalam RDP anggota DPRD Kabupaten Luwu Utara pun menyatakan untuk siap mengawal masyarakat malangke ,bahkan DPRD PUN meminta masyarakat yang telah bertanda tangan setuju dan tidak setuju yang sebelumnya tanpa melalui proses musyawarah mufakat untuk dibatalkan.

Apa yang menjadi permintaan anggota DPRD dan aliansi masyarakat malangke itu di di sepakati oleh kepala BPN Luwu utara,”dalam Statementnya mengatakan akan meninjau kembali anomali data dengan waktu yang di sesuwaikan ”

Kemudian di perjelas kembali oleh bapak Jabir Budala untuk musyawarah terbuka dan itupun yang di harapkan oleh oleh kepala BPN Luwu Utara

Hasil dari pertemuan tersebut muncullah kesepakatan bahwa pihak BPN dan Apresial di beri waktu selama satu minggu dari setelah selesainya rapat RDP yang di mulai sejak pukul 2.00 wita sampai dengan 5.00 wita

Dari semua hasil kesimpulan yang di sepakti bersama menjadi beberapa poin 1.sosialisasi harga tanah yang di bebaskan harus di lakukan sebelum proses ganti rugi, 2.pengambilan keputusan harus melalui musyawarah Dan mufakat, 3.penentuan harga harus melalui kesepakatan dengan masyarakat, 4.transparansi harga ganti rugi di perlihatkan kepada masyarakat, 5.meninjau kembali harga yang sesuai dengan lokasi yang di tentukan dan yangbtelah di tetaokan oleh tim apresial, 6.tim apresial melaporkan secara tertulis tentang harga fisik dan non fisik, 7.meninjau kembali lokasi pembebasan lahan jaringan irigasi D.I Baliase bersama dengan tim apresial ,pemilik lahan , tim yang telah di sk kan BPN bersama dengan anggota DPRD kabupaten Luwu Utara. RDP per tggl 24 9 2020.

hingga kini waktu selama 1 minggu yang telah di sepakati untuk musyawarah bersama sampai hari ini kami dari pihak Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Malangke (AMAL) belum mendapat konfirmasi lanjut.
Wahyu yang kerap disapa Bayu sebagai koordinator Aliansi mahasiswa dan masyarakat malangke sangat kecewa atas apa yang telah di sepakati sebelumnya tak kunjung di realisasikan.

Maka dengan ini kami dengan tegas mengatakan bahwa kami akan tumpah ruah di depan kantor dprd dan bpn untuk menagih apa yang telah di sepakati pada pertemuan sebelumnya

Jurnalis.:(Ani)
Editor.:(Redaksi

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *